Posts

Jalan-jalan ke (Taman) Hotel R

Image
foto: Muhammad Badrien Sutriadarman Ada tempat hiburan keluarga 'tersembunyi' di deket rumah orang tua saya di Ciawi. Bentuknya taman gitu di depan Hotel R, yang lokasinya gak jauh dari rumah, cuma 5 menitan naik mobil. Warga biasa, yang bukan pengunjung hotel, diperbolehkan masuk ke sini. Masuknya gratis. Di dalamnya ada kandang kelinci, kandang rusa, kandang burung, playground, dan arena ATV. Pengunjung bisa beli wortel untuk ngumpanin rusa dan kelinci, juga pakan burung dan ikan. Saya ke sini bareng suami, Rai, Mica, Mama, Teteh, Adik, Adik ipar, dan dua sepupu. Rainier ternyata seneng banget bisa ngasih makan rusa. Dia betah berlama-lama memandangi rusa. Semacam ada chemistry gitu. foto: Raisan Al Farisi Tapi arena yang paling bikin Rai betah apalagi kalau bukan arena bermain. Ada perosotan, trampolin, ayunan, sampai panjat tebing. foto: Raisan Al Farisi foto: Raisan Al Farisi foto: Fira Nursyabani Khusus buat panjat tebing, saya dan suami dibuat terpana karena Rai tanpa di...

UKW Angkatan Covid-19

Image
dok. PWI Kota Bandung Setelah berkecimpung di dunia kewartawanan selama hampir 6 tahun, saya dapat kesempatan untuk ikut uji kompetensi wartawan (UKW) tingkat muda. UKW ini memang ada beberapa tingkat. Muda untuk wartawan di lapangan yang sudah berpengalaman minimal satu tahun. Madya untuk wartawan sekelas redaktur. Dan utama untuk wartawan sekelas pemimpin redaksi. UKW angkatan XXXVII tahun ini sempat ditunda beberapa bulan karena corona. Tapi akhirnya terlaksana juga. Pelaksanaannya pun pakai protokol kesehatan. Panitia sudah bagi bagi masker, face shield, dan handsanitazer. Waktu diminta kantor untuk ikut UKW, saya sempet kaget karena saya baru beres cuti melahirkan 3 bulan. Sejenak saya lupa, selain seorang ibu dua anak, saya juga ternyata masih seorang wartawan :)) Selain saya, ada 4 wartawan lain dari kantor saya yang ikut UKW: Naufal, Khansa, Husnul, dan Kang Irpan. Padahal media lain masing-masing cuma ngirim satu wartawan aja. Kang Irfan, Husnul, Naufal, Fira, Khansa. (foto: N...

Pengalaman Menyapih Rainier, Antara Percaya dan Mendukung

Image
Menyusui merupakan pengalaman terindah selama menjadi ibu. Saya termasuk beruntung karena bisa memberikan ASI untuk Rainier selama dua tahun. Meski begitu, perjalanan menyusui Rai bukan perjalanan yang mudah karena kehamilan kedua saya saat Rai masih 15 bulan.  Mulai dari rasa mulas setiap menyusui sampai desakan orang-orang terdekat untuk segera menyapih Rai karena takut berpengaruh pada kandungan. Sakit dan sedih. Saya tetap berniat menyapih Rai di usianya yang ke-2. Sebelumnya intensitas menyusui Rai memang sudah dikurangi. Dia masih harus menyusu malam sebelum tidur, sedangkan siang hari sudah tidak menyusu. Tanggal 1 Juli, untuk pertama kalinya saya mencoba untuk tidak menyusui Rai di malam hari. Hasilnya, Rai nangis semalaman. Meski begitu, dia akhirnya tidur setelah berjam-jam ngamuk. Saat tengah malam Rai terbangun, saya kebingungan. Biasanya semua selesai dengan menyusu karena setelah menyusu, biasanya Rai akan kembali tertidur dengan sendirinya. Malam itu, meski mata bera...

3

Image
foto: pegawai Coco Rico Dago Kami memang bukan pasangan yang romantis. Tiga tahun menikah, bilang sayang rasanya masih aneh, pegangan tangan juga masih terasa canggung. Tapi sampai saat ini selalu ada perasaan berdebar waktu suami bilang "Yuk kita makan siang berdua di luar". Dan saya menyadari, romantisme kami berbeda, bukan dari kata-kata puitis ala pujangga. Romantis kami itu.. ketika suami setia menunggu saya di luar kantor untuk jemput dan pulang bareng. Saat saya dekati, dia sudah belikan segelas jus dan sebungkus batagor. Romantis kami itu.. ketika saya hampir selalu bangun subuh dan mikir keras untuk masak. Setelah makanan dihidangkan di atas meja dan makan berdua, suami bilang "masakan momi enak banget." Romantis kami itu.. ketika saya nidurin Rainier, dan suami bantu nidurin Mica. Setelah itu kami berdua menghabiskan malam dengan curhat sambil nyeduh teh tarik hangat. Banyak hal-hal sederhana untuk merawat cinta. Meski, hidup memang gak melulu mulus sepert...

Dear Momi (PoV Raisan)

Image
foto: Fira Nursyabani "Ini pertama kalinya Popi ngabisin seluruh waktu sama Momi yang sedang mengandung. Perasaannya campur aduk. Kadang Popi bingung bagi waktu antara pekerjaan dan Momi. Tapi di sisi lain, Popi juga jadi punya alasan untuk pulang lebih cepat ke rumah, misalnya, hanya untuk beliin air kelapa buat Momi. Popi tahu, hal sekecil apapun akan sangat berarti bagi Momi, walaupun kadang Popi suka ketiduran padahal belum olesin perut Momi pake minyak zaitun dan belum ngajak ngobrol dedek. Popi lihat banyak drama, banyak situasi yang sulit dari awal kehamilan. Tapi kuncinya, Popi tetap harus sabar. Semakin ke sini, Popi semakin tahu ternyata jadi ibu hamil itu cukup berat karena harus bawa beban. Bukan ngerasa kasihan sih, tapi lebih ke takjub akan perjuangannya. Popi juga senang karena setiap bulan bisa lihat langsung perkembangan dedek. Dari awal kehamilan, popi bertekad untuk selalu ada buat Momi, supaya perjuangan Popi bisa sepadan dengan per...

Surat Cinta untuk Anakku, Emica

Image
foto: Raisan Al Farisi Dear Reia Emica... Tak pernah Momi sangka kehadiran Mica akan se-spesial ini, meski semua diawali dengan deru drama. Maafkan momi yang sering kali membiarkan emosi memuncak sampai Mica mungkin ikut merasakannya di dalam perut momi. Sampai saat ini, semua mulai bisa momi kendalikan. Terima kasih sudah membantu momi dengan lahir begitu mudah ke dunia. Bahkan Mica tak pernah terjaga di malam hari dan dengan baiknya membiarkan momi tidur semalaman. Momi bersyukur karena Mica lahir dengan sehat, tanpa kurang satu pun. Mica jadi pelengkap hidup yang sangat momi cintai. Mica lahir di tengah sejarah. Sejarah untuk Momi dan Popi, juga teteh Rai, karena Mica lahir tepat di tanggal lahir teteh. Juga sejarah untuk dunia karena Mica lahir di tengah pandemi. Jadilah manusia yang bermanfaat untuk siapapun. Dunia memang tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, tapi kita bisa menjalaninya dengan sesuatu yang baik. Hidup adalah pilihan, dan pilihlah yang se...

Reia Emica (3)

Image
Seminggu setelah kelahiran Mica, acara aqiqah pun digelar. Karena hidup mandiri dan jauh dari keluarga, kami memutuskan untuk pakai jasa aqiqah. Potong kambing dilakukan pada 15 Juli, yang disaksikan oleh suami. Besoknya, kami menggelar pengajian keluarga dan bagi-bagi nasi boks aqiqah ke tetangga. foto: Raisan Al Farisi Btw, saya takjub juga karena daging kambing dalam gulai yang dimasak jasa aqiqah sama sekali gak berbau. Rasanya pun macam daging sapi. Biasanya saya malas makan daging kambing karena bau pregusnya. Surat Lukman dibacakan untuk Mica di hari aqiqah nya. Setelah itu, Kakek, Nenek, dan Popi bergantian memotong rambut Mica. Alhamdulillah, walaupun sederhana, tapi tetap khidmat. foto: Raisan Al Farisi foto: Sarah Munifah Semoga Mica menjadi pribadi yang rendah hati, tenang, dan peka terhadap sekitar. Dan juga, semoga Mica selalu dikelilingi orang-orang baik dan dijauhkan dengan hal-hal yang buruk. Aamiin. Ada rasa khawatir karena saya har...