Posts

Showing posts with the label warna warni dunia

8

Image
Thank you for always in my side.   Mungkin ada banyak penyesuaian yang kamu lakukan karena cukup sulit bagiku menoleransi hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip hidup lurus yang ku anut. Mungkin ada banyak hal yang bertolak belakang antara kita, entah awalnya karena apa. But please embrace me, i aint growin up in an ideal family like you. Bagimu mungkin hidup hanya tinggal dijalani, tetapi bagi seseorang yang tumbuh dengan trauma, hidup bagai berjalan dalam aliran listrik, terus memunculkan memori buruk saat tersengat. Di tengah keterbata-bataan ini, jika menengok ke belakang, banyak hal yang disyukuri. Salah satunya takdir berjodoh dengan kamu. foto: karyawan Ibu Imas Tahun ini, menyambut usia kepala tiga setengah, kami menghadiahi diri sendiri dengan airfryer, demi hidup yang lebih sehat tanpa minyak. Air fryer yang dipilih tipe manual, bukan karena harganya gak murah, tapi karena warnanya yang senada sama tone dapur di rumah. Happy 8th anniversary!

Selamat Puasa, Emica!

Image
foto: Fira Nursyabani Member baru lagi… Tahun ini, Emica yang sudah memasuki usia 4,5 tahun resmi ikut sahur dan puasa dengan Niat. For the first time. Kami pikir Mica bakal marah-marah kalau dibangunin sahur. Ternyata, karena ada tetehnya, dia semangat juga. Cuma ada beberapa momen Mica bete pas bangun, mungkin karena masih ngantuk. Sebagey permulaan, Mica nyoba puasa sampai jam 11 siang dulu. Katanya suka haus kalau puasa lama-lama. Belum lagi Mica setiap hari gabut diem di rumah alias gak ada kegiatan yang bikin fokus, yang akhirnya selalu mengingatkan dia pada makanan. Tapi ada satu hari Mica rekor puasa sampai jam setengah 2 siang. Bukan karena kuat, tapi karena ketiduran dari setengah 12. Kebayang dong bangun-bangun haus banget. foto: Fira Nursyabani Kalau Rainier sekarang udah mulai enjoy puasa sampai magrib, dan alhamdulillah tahun ini tamat dan sehat tanpa ngerasain asam lambung kayak tahun lalu.   Lebaran kali ini giliran dirayain di Bandung. Kami sempet shalat eid d...

How's Life?

Image
Perjalanan hidup belakangan ini menyadarkan kalau hidup memang berputar, bukan hanya soal materi, tapi juga kondisi. Yang jelas, buah kesabaran dari masa lalu yang pelik sekarang sudah mulai bisa dipetik. Tahun ini ada hadiah besar yang bikin puas karena seolah seperti ada dendam yang terbayar lunas. Padahal sebenarnya sudah mempersiapkan hati untuk ikhlas. Hidup memang misteri yang harus disyukuri, walau kadang sulit dinikmati. Dalam hidup yang sangat singkat, masih banyak doa yang akan dipanjat, dan nama mereka yang terdengar lamat-lamat. Semoga Allah jadikan kita hamba-Nya yang selamat.

Number One Support System

Image
foto: Fira Nursyabani Sudah 10 kali ngerayain ulang tahun bareng dan rasanya kayak yah gitu-gitu aja. Tiup lilin, makan-makan, kasih kado, dan kadang kalau lagi santuy, pergi staycation Tapi di balik 'rutinitas' tahunan itu, ada doa yang bukan sekadar 'formalitas'. The 'stay healthy and happy' thing, is a pray for my biggest fear -seeing you sick and sad- not to be happened. As an introvert, I can take on those feelings for you, as long as you're happy. Just don’t take me for granted or forget everything I’ve sacrificed. I sometimes forget your extrovertness is in highest level. Sekarang sudah mulai terbiasa melihatmu seperti Lee Ik-Jun yang sangat suka berbicara dengan banyak orang RS Yulje. Ternyata dari kebiasaan itu, ada pintu rezeki yang terbuka. And also, the magical words, "oke sayang beli aja", "tenang momi pasti bisa", "gass", are the most valuable power you can give me (along with the money of course), yang membuat pin...

7

Image
A dream marriage isn’t measured by the grandeur of the celebration, but by the strength of trust that holds two hearts together. At its core lies communication, kept alive and pure through the unwavering practice of honesty. It’s not about giving up who you were, but about reshaping priorities to honor promises and shared commitments. Without honesty, without devotion, marriage becomes an empty rhythm—a life lived without true connection.

Pengalaman Pakai Behel (II)

Image
" Muka momi yang dulu beda sama yang sekarang ," kata Rainier. Memang, menjalani hidup dengan pakai behel selama 2,5 tahun ini sama sekali gak mudah. foto: Fira Nursyabani Semua berawal dari komentar orang terdekat beberapa tahun lalu yang bilang " ternyata gigi Fira jelek ya, kirain rapi ." Sejak itu muncul keinginan untuk pakai gigi kawat. Tapi lagi-lagi diolok, buat apa, mahal, sakit. Lalu suatu hari di penghujung 2021, saya minta saran ke suami untuk pakai behel. Ternyata dapat respons positif yang bikin saya ngerasa, wah ternyata selain ada yang mengolok, di dunia ini juga ada orang yang mendukung. Baca cerita awal pake behel di ( SINI ). Rasanya gimana pakai behel? Gak nyaman. Setiap habis kontrol, pasti sakit nyut-nyutan sampai gak bisa makan sekitar tiga harian. Apalagi kalau giginya ditarik pake karet khusus. Selalu ada makanan yang nempel di bracket, yang bahkan pake sikat gigi pun kadang gak bisa dibersihin. Setiap makan di luar pasti menghindari daging s...

Selamat Nonton Bioskop Rainier Emica

Image
foto: Raisan Al Farisi Wajib diabadikan, hari ini untuk pertama kalinya anak-anak diajak nonton ke bioskop. Pertama kali juga Popi dan Momi nonton lagi setelah hampir 7 tahun hiatus. Sebenernya tahun ini udah ada planning buat nonton Inside Out 2 Juni nanti. Tapi pas iseng ngecek jadwal bioskop, tenyata ada Kung Fu Panda yang lagi tayang. Mumpung masih libur Lebaran, anak-anak akhirnya diajak ke XXI Trans Studio Mall.  Karna udah sering banget nonton film kartun di layanan streaming berbayar, mereka jadi excited banget waktu diajak nonton di layar besar, apalagi sambil makan popcorn dan minum minuman manis ( cheating day karena biasanya gak boleh minum yang manis-manis). Rainier, yang seneng banget sama film, lebih fokus nonton dari awal sampai akhir. Kalau Mica agak heboh, pindah-pindah tempat duduk, jeduk-jedukin kepala ke kursi, sampe minta digendong. Mica juga beberapa kali ngomong dengan volume suara cukup besar, nanyain tentang jalan cerita filmnya. "Momi itu siapa, ken...

Selamat Lebaran!

Image
foto: Muhammad Eldi Sudradjat Ramadhan setiap tahun selalu spesial. Tapi tahun ini alhamdulillah Rainier udah bisa puasa sampai magrib. Di awal-awal Ramadhan, Rai coba-coba puasa sampai jam 2. Tapi setelah masuk sekolah, ternyata dia banyak lihat teman-temannya yang puasa sampai magrib dan akhirnya memutuskan untuk mencoba puasa full juga. Godaan terbesar Rai adalah adiknya yang suka jajan. Dan karena anak ini suka gak mau tidur siang, dari jam 2 biasanya dia udah uring-uringan dengan segala alasan: haus, laper, lemas. Tapi Rai tetap nurut untuk buka puasa magrib. Dia bakal semangat nunggu Momi dan Popinya pulang kerja dan bawa takjil. Rai paling suka buka puasa sama nata de coco, es kelapa, kerupuk kuning, dan siomay. foto: Fira Nursyabani Sayangnya, setelah dua mingguan puasa full , Rai ngeluh sakit di bagian perut sampai nangis-nangis. Pas diperiksa ke dokter, barulah ketahuan kalau anak ini maag dan asam lambungnya naik. Anak sekecil ini harus menderita asam lambung :( Akhirnya sem...

How's Life?

Image
How's life? Sedang dalam krisis profesi, yang terjadi di luar kendali. Pekerjaan sebagai jurnalis yang dulu dibangga-banggakan, sekarang justru terasa memalukan. Dulu setiap hari menghasilkan karya, sekarang menebar bahaya. Setelah sempat dapat angin segar dari hal-hal baru di dunia kripto yang seru dan menegangkan, sekarang saya coba masuk ke dunia lain. Mulai dari belajar apps desain medsos, apps edit video, sampai bikin konten. Seru dan menyenangkan juga, tapi karena bukan ekspert dan belajar otodidak, jadi kadang pusing sendiri. Hikmahnya, tengah krisis ini masih ada celah kesempatan untuk unlocking new skills . Masih kurus aja? Setelah dipikir-pikir, kenapa ya udah melahirkan dua anak tapi badan masih sama kayak anak SMA. Bahkan kalau naik ojek online ke kantor, lebih sering diturunin di depan kampus daripada depan kantor. Sebenarnya dalam hati ada perasaan bangga karena gak semua ibu-ibu bisa kayak gini. Patut diapresiasi ini sih. Tapi ya sebel juga kalau ada yang komen, ...

Kamu dan Motor-Motor

Image
foto: Fira Nursyabani "Mom, motor ini bagus gak?" Belum sempet jawab, tiba-tiba motornya udah ada di depan rumah. Katanya motor ini rare alias jarang ada yang punya. Trus gak lama ganti lagi sama motor gede, trus ganti sama motor yang udah jadi impian masa kecil. Namanya dan bentuknya aneh-aneh. Tapi yang saya tahu, motor-motor itu punya satu kesamaan: berisik. Malah ada juga yang ngebul. Kalau boleh jujur (sebenernya udah sering jujur ke orangnya langsung sih), setiap diajak naik motor-motor aneh ini, saya berasa ada diambang kematian, karena pasti dibawa ngebut. Bayangin. Bawa istri (yang harus disayang dan dijaga) aja ngebut, apalagi lagi motoran sendirian. Meski begitu, gak ada yang lebih menyenangkan selain lihat wajah semringahnya waktu ada motor baru terpajang di carport rumah. Mirip-mirip anak kecil abis dibeliin sepeda sama bapaknya. Kalau ditanya, marah gak sih suami ganti-ganti motor terus? Gak. Karena gak pernah ganggu keuangan keluarga alias cicilan rumah tetap...

6

Image
foto: Raisan Al Farisi Pernikahan memang gak selalu mudah, terutama buat kami yang gak selalu satu server. Satu ekstrover dan yang satunya lagi introver. Satu punya love language physical touch & act of service , satunya lagi quality time. Tapi untuk bisa bertahan sampai di titik ini, saya bersyukur. Bersyukur untuk pasangan yang selalu memahami meski saya gak banyak bicara, memaafkan meski saya sering berbuat keliru, dan memberi meski gak banyak menerima timbal balik dari saya. Sebagai perempuan yang pernah terjebak dalam toxic relationship , diselingkuhi berulang, dibohongi, dibodohi, dikasari, dimanfaatkan, my love life now is well deserved . Saya selalu ingin dipeluk saat menangis, ingin diusap saat sakit, ingin didengarkan saat bercerita, dan ingin dirangkul saat sedih.  Di tahun keenam, kesibukan masing-masing dan kesibukan bareng anak-anak cukup sering bikin kami berpaling dari satu sama lain. Kesempatan ngobrol biasanya cuma hadir di jalan saat antar jemput, itupun kala...

Akhirnya Cabut Gigi

Image
foto: Raisan Al Farisi Lanjutan dari pengalaman pakai behel ... Fiuh.. gak terasa udah setahun lebih pakai kawat gigi. Dalam rentang waktu itu, saya sudah empat kali ganti dokter. Untungnya, dokter yang menangani saya delapan bulan terakhir ini sangat baik dan cute , namanya drg Lyvia. Di bulan-bulan pertama pake behel, ada aja bracket yang copot dan karet yang lepas. Saya juga cuma berani pakai karet warna hitam, dan belum pede untuk senyum kelihatan gigi saat difoto. Setelah ditangani drg Lyvia, bracket lebih aman, gak banyak copot. Gak ngerti deh, padahal cara saya makan tetep sama. Drg Lyvia juga suka nyaranin saya untuk lebih pede pake karet warna warni. Sekarang, setiap kontrol gigi, saya bakal tanya anak-anak dulu bagusnya pakai karet warna apa. Kadang mereka minta pink, ungu, biru, macam-macam. Sayangnya, setelah setahun, gigi saya gak ada perubahan yang berarti. Memang dua gigi seri atas, yang tadinya berantakan, sekarang sudah agak rapi dan saya sempat mau menyudahi pakai beh...

Terima Kasih, Popi

Image
foto: Fira Nursya'bani Selamat ulang tahun Pops.  Terima kasih sudah selalu menyediakan bahu untuk bersandar, telinga untuk mendengar, dan uang untuk beli batagor. Terima kasih untuk senang-senangnya, untuk jokesnya, untuk galaknya. Terima kasih untuk makanan yang enak, rumah yang hangat, kendaraan yang nyaman, dan pakaian yang layak. Terima kasih untuk antar-jemputnya setiap saat, siaganya setiap waktu, dan kesediaannya setiap dibutuhkan. Terima kasih untuk semua permintaan yang dipenuhi, semua keinginan yang dikabulkan, dan semua rengekan yang dimaklumi. Terima kasih sudah jaga anak-anak dan mencoba untuk mampu jaga anak-anak saat ibunya sibuk. Terima kasih sudah ngajari Rainier membaca, mengaji, dan menghafal surat-surat pendek. Terima kasih sudah mencucikan baju orang serumah setiap Senin-Kamis. Terima kasih sudah mengizinkan fotonya dipakai untuk bikin blog ini jadi lebih bagus. Kue ultah tahun ini disusun sendiri sama Rainier dan Emica. Semoga suka ya! Masih selalu mendoakan ...

5

Image
Desember 2014, malam, lupa tanggalnya, saya lihat dia untuk pertama kalinya, di depan kantor. He's caught on my radar since being too loud in office Whatsapp group. "Raisan nanya katanya kamu udah punya pacar apa belum?" kata sahabat saya, Intan. Karena Intan, saya dan dia jadi dekat. Pernah suatu malam saya dan Intan yang sedang duduk di depan kantor tiba-tiba ditraktir sekoteng, sepulang dia main futsal. Kedekatan yang lebih dekat lagi terjadi Mei 2015, waktu kami terpaksa liputan bareng dan saya terpaksa nebeng motornya tanpa helm untuk pulang ke kantor. Hari itu terasa panjang, kami ikut karaoke bareng teman-teman tapi sama-sama gak ikut nyanyi dan pilih untuk mlipir beli sate dekat tempat karaoke. Saya ditraktir lagi kedua kalinya. Saya belum suka dia, tapi suka motor CB-nya. Motornya berhasil mengiyakan saya untuk nemani dia main (main or liputan whatever ) ke Puncak, 16 Agustus. "Mau minta izin deketin teteh, boleh?" katanya saat makan. Kinda weird to be ...

Akhirnya Mudik Lebaran

Image
Foto: Muhamad Rizki Farhan Setelah tiga tahun berturut-turut berlebaran di Bandung, tahun ini akhirnya bisa mudik ke Bogor. Sedikit hampa. Walaupun di Bogor ada teteh, Aa, ipar, ponakan, dan saudara-saudara, tapi karena gak ada orang tua, rasanya jadi aneh. Mudik Lebaran yang udah diizinin pemerintah tahun ini membuat ruas-ruas jalur utama Bandung-Bogor macet total. Jalur yang bakal kami lewati juga jalur rawan macet. foto: Raisan Al Farisi Kami berangkat mudik H-1 Lebaran jam 2 pagi. Rainier dibangunin tanpa drama dan bisa lanjut tidur di mobil dengan berbekal bantal dan air minum. Emica tetap terlelap tidur meski dipindah dari kamar ke mobil. Sebab menurut maps tol Jakarta-Cikampek masih diberlakukan one way ke arah timur, kami memutuskan  lewat jalur Puncak. Syukur, jalan sepi dan Bandung-Cianjur bisa ditempuh dalam waktu 2 jam aja. Kami menyempatkan diri makan sahur di kedai sate maranggi Cipanas. Karena Mica masih tidur di pangkuan, kami makan di dalam mobil. Jalan dari Cipan...

Still Seeking a Chance in 31

Image
foto: Raisan Al Farisi Kenapa masih suka nulis blog sejak 13 tahun lalu? Saya bisa melepas media sosial, tapi tidak dengan blog. Blog ibarat safe haven, tempat cerita sepuasnya. I literally have no one I'm comfortable with to talk to. I wish someday my kids will read this and realize the way I captured moment is unique and different (than their Dad). Masih mau menggapai mimpi? Lebih ke menggapai keinginan. Doing something I eager to do. Dan udah punya gambaran apa yang mau dilakukan di masa tua (enjoying life instead of earning money). Kenapa suka menikah? I have an uncommon reason. Saya benci jadi jomlo karena selalu ada temen cowok yang baper dan suka. Saat saya tolak atau saya jauhi, mostly mereka akan beda dan kami gak bisa temenan normal lagi. Setelah menikah saya terikat, gak ada yang bisa deketin saya dan saya bisa bebas berteman dengan siapa saja tanpa pusing dengan baper-baperan. Time passes so fast. Still, I become an ordinary woman with a husband, two daughters, and lack...

Pengalaman Pakai Behel

Image
foto: Fira Nursyabani Ditulis 4 hari setelah pasang. Berawal dari liat iklan klinik dental baru di Jalan Sudirman, Kota Bandung, tanpa basa basi saya langsung tanya ke suami: Momi boleh dibehel? Suami saya yang bucin ini juga tanpa basa basi mengiyakan. Setelah itu saya langsung research tentang per-behel-an. Sebenernya udah dari dulu-dulu pengen ngerapiin gigi karena dua gigi depan atas saya bentuknya gak karuan, tapi karena dibehel cukup mahal, jadi mikir terus seribu kali. Saya akhirnya memberanikan diri untuk dateng ke klinik dokter gigi di Jalan Sudirman itu, untuk konsultasi sama dokter. Di hari pertama, gigi saya dilihat-lihat sebentar, abis itu saya diminta untuk ronsen gigi. Karena klinik ini baru buka, jadi biaya konsultasi dokternya masih free . Saya cuma bayar biaya admin aja. Oia, ronsen gigi panoramic dilakukan terpisah di lab. Biayanya Rp300.000-an. Setelah lihat hasil ronsennya, ya Allah ada 3 gigi bungsu saya yang mahiwal . Gigi bungsu kiri bawah tumbuhnya ke samping. ...

Dear Popi ...

Image
Dear Popi ...Kedewasaan tak dilihat dari angka.  Saat sudah berjanji untuk bersama, bukan hanya komitmen yang muncul, tetapi juga risiko. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang harus direlakan. Ada batasan-batasan yang berdiri dan gak seharusnya dilewati. Ada instruksi-instruksi yang harus dipahami secara otomatis tanpa perintah. Perubahan itu nyata dan tak bisa dipungkiri. Jika kita masih jadi manusia yang sama, betapa merugi. Dear Popi ... Ada tangan-tangan yang menggapai setiap waktu. Menagih kehangatan, menangih janji. Jangan jadi mercusuar yang menerangi kejauhan dan membiarkan sekitarnya gelap gulita. Jadilah suar yang tak hanya menyinari tetapi juga menghangatkan. Selamat ulang tahun.

4

Image
foto: Raisan Al Farisi Apa yang Allah kasih hampir pasti selalu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Termasuk soal jodoh juga Sewaktu muda dulu sebenarnya saya lebih senang lihat cowok pendiam, dingin, cuek, macam Rukawa di SlamDunk. Nyatanya, sekarang justru dapat jodoh mirip Hanamichi Sakuragi. Cuma rambutnya gak merah aja. Ekstrovernya suami saya kadang bikin kaget. Udah wajah kami sama sekali gak mirip, sifat pun bagai bumi dan langit. Tapi bagaikan puzzle, kami berdua saling melengkapi satu sama lain. Saat suami urus hal-hal besar, saya urus hal-hal kecil. Seiring berjalannya waktu berumah tangga, hidup jadi lebih fleksibel. Saya bisa ikut urus hal besar kayak kerja, desain rumah, juga atur investasi. Suami juga ikut nyemplung ngurusin hal-hal kecil kayak cuci baju, bikin mpasi, dan nyuapin anak. Kadang suka kepikiran, kalau dua-duanya ekstrover mungkin kami bakal sama-sama lebih sering ngabisin waktu di luar daripada di rumah bareng anak. Dan kalau dua-duanya int...

Selamat Lebaran dari Rainier dan Emica

Image
foto: Sarah Munifah Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kulla 'amin wa antum bikhoir Alhamdulillah. Kami sekeluarga masih dipertemukan dengan Idulfitri dan Lebaran di tahun ini. Puasa kali ini rasanya aneh karena gak bisa video call Nenek dan Engkong di Bogor. Sahur jadi terasa sepi. Saya juga gak tau harus nanya soal resep berbuka dan sahur ke siapa karena selama ini cuma Mama yang jadi tempat bertanya. Tapi bagi Emica, puasa dan Lebaran ini spesial karena jadi pengalaman perdana. Mica dan Rai selalu kompak, kalau satu bangun sahur, satunya lagi ikut bangun. Meski seringnya sih mereka berdua nyenyak tidur sampe subuh. Ramadan ini personel salat teraweh di rumah bertambah. Rainier sekarang hampir selalu ikut teraweh setiap hari, pakai mukena yang dikasih Nenek Ciawi. Teraweh juga lebih leluasa karena Mica, punya jam biologis tidur selepas magrib. Sebenernya kami sudah punya rencana matang buat berlebaran di Bogor. Apa daya, mudik dilarang. Akhirnya, untuk perta...