Posts

Showing posts with the label nyastra

Goodbye, Hello!

Image
Foto: Raisan Al Farisi Life is always about waiting Years were going extraordinary Good and evil existed unwittingly To become one of those, I need to consider But I decided to change my life better The goal force me to sacrifice And then I arrange Now my waiting is over No more night that I will spend alone start from December

Botol Kecap (2)

Hari-hari terlewati. Anak tuan Hyr mulai memberanikan diri mengajakku pergi. Aku mulai menyukainya. Petang hari, ketika semua urusan kami selesai, ia menjemputku di pertigaan. Mantel dan sepatu boot klasiknya mencuri perhatianku, ia sungguh memiliki selera yang bagus. Saat itu matahari tertutup awan dan udara sedikit dingin karena angin berembus cukup kencang di akhir musim semi. Kami berjalan bergandengan. Tapi jangan pikir ini semacam kencan sepasang kekasih yang sedang kasmaran, kami sama sekali tak memiliki rasa itu. Ia mengajakku ke perkebunan kedelai milik keluarganya. Dan aku jatuh cinta, pada perkebunan itu. Kedelai-kedelai terbaik dihasilkan di kebun yang luasnya sekitar tiga hektar ini, cukup luas untuk ukuran sebuah perkebunan keluarga. Ia dan keluarganya lalu memberiku satu kantung penuh biji kedelai hitam yang ranum dan siap diolah menjadi kecap. “Kau tahu, aku belum pernah mengolah kecap,” aku menatap biji kedelai di genggamanku lekat-lekat . “Tak perlu k...

Botol Kecap (1)

Tuan Jan akan mengadakan pesta yang kedua kalinya di musim ini. Setelah pesta kelahiran anak keenamnya yang diadakan tujuh hari, kini pesta mewah kembali dipersiapkan menyambut kedatangan putra keduanya, seorang prajurit. Siapa tak bangga memiliki anak seorang prajurit yang menang dalam peperangan? Kedatangan sang putra memang benar-benar harus dirayakan. Entah harus berpesta berapa hari lagi. Ia sungguh terlalu banyak membuang uang hanya untuk pesta. Tapi tentu saja itu bukan urusanku. Aku sudah cukup repot harus mengurusi berkilo-kilo daging kalkun dan daun peterseli yang akan ku sulap menjadi sajian utama lezat dalam pesta. Dapur rumah Tuan Jan telah menjadi tempat favoritku, dan Nyonya Sinna membuatku tergila-gila pada masak. Dapur seluas empat kali enam meter ini memiliki tembok berwarna salem dan dikelilingi jendela-jendela besar. Botol-botol kaca penyimpan rempah-rempah, semua tertata rapi di dalam lemari kayu berbahan ulin. Batuan granit melapisi setiap inci lantainya ...

Kunang-kunang Kuning

Image
foto: Fira Nursyabani K, apabila suatu saat nanti aku harus menyusun kenangan, mungkin akan ku kenang kau sebagai seekor kunang-kunang. Nyalamu hanya terang sejenak di malam yang singkat, namun sungguh, itu adalah nyala terhangat yang selalu membekas di hatiku. - Intan Kirana Mobil silver itu melaju pelan, terjebak di tengah macet sore Jakarta. Aku sudah melihatnya dari jauh dan sedang menunggunya mendekat. Di dalamnya ada orang yang tak ku kenal, tapi dia berhasil membuatku merangsak masuk. Ada setangkai bunga dan sebatang cokelat di jok mobilnya. Aku tak suka bunga. Aku tak makan cokelat. Tapi aku suka senyumnya saat memberikan kedua benda itu kepadaku. Senyum yang mencengkeram ke dalam nadi. "Kita mau ke mana?" "Ke tempat yang jauh, supaya tidak ada satu orang pun tahu." Aku memalingkan wajah ke spion, basah karena hujan baru saja turun. Lalu aku kembali menatapnya. Ia sibuk menyetir. Wajahnya masih sama seperti wajah yang ku lihat di tangga kantor malam itu. So...

"Karma Dalem Boncel"

Image
dok potretBDG Naskah ditulis oleh Rosyid E. Abby Persembahan: Potret Bandung Tempat: Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jl. Baranang Siang, No.1, Kosambi, Bandung Waktu: Kamis-Sabtu, 27-29 Maret 2014 Sutradara: Nanang Id Penata gerak: Tris Emd Artistik: Ipan Sopandi Penata musik: Dian Haydn Pemusik: Tantra (gitar), Arizal (bass), Dolly (biola), Neno (drum), Eka (kacapi & suling) Pemain: Boncel: Aji & Zaqi Bapak Boncel: Openk Emak Boncel: Dini & Intan Tuan Karta: Deri & Gilang Juragan Kapala: Fahmi Juragan Istri: Yolanda Dang Surya: Janwar Juag Awang: Wiki Pembantu: Pyan, Lucky, Irwan, Novia, Silvie Pedagang: Pyan & Lucky Pemburu: Deri & Fikri Pengawal: Bratasena Sinopsis: Boncel yang lahir di tengah keluarga miskin bertekad untuk memiliki hidup yang lebih baik. Lalu ia meninggalkan kedua orang tuanya dan bekerja sebagai abdi di beberapa rumah priyayi. Boncel dikenal sebagai sosok yang pintar, jujur, da...

"No Exit"

Image
Adapted from No Exit by  Jean Paul Sartre Presented by: English Education A 2010 Place: Audit A, FPBS, UPI Date: Tuesday, 17 December 2013 Director: Fajar Taufik Nugraha Casts: - Nada Ardi Pradhya as Joseph Garcin -  Imel Wahyuni as Inez Serrano - Suci Maharani as Estelle Regault - Aseb as Vallet. Synopsis: How It All Goes Down The scene is a drawing room with Second-Empire French furnishings, including three couches and a bronze mantelpiece. Enter through a door a valet and a man named Joseph Garcin. Garcin is extremely surprised at the room’s appearance – it seems he was expecting something very different. The two of men converse cryptically about this place and the rules (no mirrors, no nighttime, no sleep) while Garcin guesses about the methods of "torture." The valet reveals that, beyond the door, there are simply more passages and more rooms. Odd. The valet finally excuses himself. Before he exits, he informs Garcin that he can be summo...

Everyday...

Image
pic: deviantart Every morning I receive your message. "Have a nice day..." you say. I smile and reply, "Have a nice day too..." And I face my day, you face your day. We always have different world, different day. Till 6 o'clock in the afternoon, I sit in my bed... look at the mirror in front... hold my mobile phone in hand... wait for your message... "Good evening, don't forget your dinner.." I smile and reply, "Yes, you too..." Then I sleep. Then I wait for your morning message, Tomorrow.

A Light Short Story: Cinta Pada Pandangan Pertama Itu ... (3)

Dia Danish, bukan Valle. Eno termenung sendiri di sebuah café tempat di mana ia dan Valle dulu biasa menghabiskan malam minggu berdua. Valle sangat suka menu special café tersebut, baby bread super choco.  Sedangkan Danish baru saja pergi dan marah karena Eno tiba-tiba memberinya kejutan menu tersebut. Danish sangat benci coklat, dan Eno selalu menyamakan ia dengan Valle. Di kejauhan ia melihat sosok Valle dengan seorang laki-laki, laki-laki itu terlihat gagah dengan sedikit cambang di wajahnya. Mereka tertawa bahagia. Ini pasti halusinasi, lalu ia pergi meninggalkan tempat itu. Hatinya teriris terus memikirkan Valle. “Kamu di mana?” Danish terisak menelepon Bayu. “Aku lagi jalan. Ada apa? Kamu nangis? Kamu disakitin sama pacar kamu?” Bayu memborong banyak pertanyaan pada Danish. “Aku di perempatan jalan Deli, please kesini.” Tut…tut…tut.. telepon dari Danish pun mati. Bayu segera pergi, ia membawa Valle. “Kamu sayang banget ya sama sahabat kamu itu?” Valle ber...

A Light Short Story: Cinta Pada Pandangan Pertama Itu ... (2)

Di kampus, udara siang hari ini tidak begitu panas. Danish diam di dekat toilet wanita tempat pertama kali ia bertemu Eno.  “Gue yakin gue pasti bisa ketemu dia lagi disini..”  ucapnya dalam hati dengan penuh semangat. Tapi setelah satu jam berlalu, Danish menyerah sambil beranjak pergi dalam keputusasaan. “Hei!” seseorang menepuk pundak Danish dan menyapanya. “Eh ha..ha..ii..” Danish membalasnya dengan gugup. “Gak nyangka kita ketemu lagi. Kemarin aku belum sempet minta maaf udah nabrak kamu sampe buku kamu jatoh-jatohan gitu ke lantai. Maafin aku ya.” Ujar seorang laki-laki yang berperawakan tinggi dan agak kurus, Eno. “Ih gak apa-apa kok, lagian akunya juga lagi meleng.” respon Danish dengan gugup. Eno berkata dalam hati, “gila ini cewek manis banget..” “Kenalin, aku Danish. Ranum Danishraya. Aku jurusan tata busana. Kamu?” Danish yang gugup pun memberanikan diri untuk berkenalan dan menyodorkan tangannya. “Aku Raeno Bagja. Panggil aja Eno. ...

A Light Short Story: Cinta Pada Pandangan Pertama itu ... (1)

“Brug..!!”  Danish dan Eno tak sengaja bertabrakan di depan pintu toilet wanita, buku-buku dan kertas-kertas yang dibawa Danish berhamburan ke lantai. Eno yang memang tidak mendengar langkah kaki Danish karena sedang mendengarkan musik melalui headphone  itu hendak membantu mengambil barang-barang yang jatuh. Namun tak sengaja ia menyentuh tangan Danish saat perempuan cantik berjilbab itu juga sedang sibuk memunguti barang-barangnya. Mereka bertatapan selama beberapa detik,  “waahh cantiknya cewek ini…”  ujar Eno dalam hati. Belum sempat ia meminta maaf, tiba-tiba Valle, kekasihnya, keluar dari pintu toilet. Eno seketika menjadi gugup dan memberikan beberapa buku dan kertas yang sudah diambilnya pada Danish. Tanpa menyadari apa yang sedang terjadi, Valle langsung menggandeng tangan Eno menjauhi toilet. Eno masih terpaku atas peristiwa pertemuannya dengan Danish tadi secara tak sengaja, sesekali ia melihat ke belakang, ke arah Danish. *** “Gue tadi gak se...

Gemerincing Uang Logam

Image
photo source: bangunsclan.blogspot.com Dunia sudah terlalu besar Untuk digenggam tangan-tangan mungil nan kasar Untuk dirasakan wajah-wajah polos yang menghitam terpanggang matahari Dan kaki-kaki kecil yang senang berlari Kertas-kertas nominal yang lusuh, baju yang lusuh, dan hidup yang lusuh Menghiasi otak-otak mereka yang belum terlambat untuk ikut menjadi lusuh Gemerincing uang logam yang selalu membuat mereka tertawa Tanpa menyadari penjajahan biadab atas tubuh-tubuh rentan yang mereka bawa Mereka bungkam Hati-hati kecil itu telah diredupkan paksa Jiwa-jiwa mereka telah dimatikan paksa Lalu gemerincing uang logam berbunyi lagi Diikuti tawa riang mereka lagi

Music Performance --Japan Sunda Music Collaboration "Jentreng Uta"

Image
pic: personal documentation Presented by The Japan Foundation Jakarta Supported by: Indonesia University of Education KELOLA Hima Baja Teater Lakon English Literature Forum Date: Thursday, 29 November 2012 Place: Auditorium A FPBS Building It's been long time I didn't see any kind of performances. I really miss theater performance. But now I'm a bit cured by seeing a performance by Mustika Inggit who was presenting mix culture between Japan and Sunda. Mustika Inggit is a music group, concentrating in traditional music, they were using kecapi, suling, terebang and karinding. Mustika is from Sundanese, means jewel or weapon, while Inggit is taken from a wife of Soekarno, first President of RI. The name of this event is Jentreng Uta. Word Jentreng is taken from Sundanese, means the sound of plucking music instrument, while Uta is taken from Japanese, means song.

Empty

Image
Tempat itu kini sunyi Tak ada lagi suara gaduh menggema memecah keheningan malam Keceriaan berganti muram Mereka telah berakhir Sang jelita mengerang kesakitan di hari akhirnya Tak dapat lagi menahan pedihnya hidup yang harus ia jalani Lalu memejamkan mata selamanya Dipelukan kekasihnya Sang kekasih putus asa menghadapi kesepian Putus asa mengenang keceriaan yang pernah ada Ia turut pergi Dua pemiliknya kini telah pergi

Mortal Psychological Pain

I still can feel a knife chopping my liver when I remember it. And something stirring my stomach when I see it. Then tears suddenly dropped, until they tired and stop dropping. It's not easy to breathe after that. Dizzy only in some parts of my head, perhaps this parts are where I suppose to think of you. Every step I took, I feel blank. Emptiness is everywhere. I'm weak. Afraid of talking about everything we did in the past, more I remember, more I'm dying. Lips can only say if I have to hate you until the rest of my life, but my brain, my veins, my lungs, my body are sick, sick of thinking that I have to face the world without you, as the result of falling in love three years ago. When you said a regret, I want you to shut your mouth and leave. Just leave and let me feel the pain, alone. And it seems that I know who will be the winner, when I am in my struggle to find the exit door of this painful complicated circumstances, all the time. And I also know how it'll e...

Music Festival --"FPBS Akustik Sore"

Image
Persembahan: English Literature 2010, didukung oleh English Literature Forum Tanggal: Kamis, 10 May 2012 Tempat: Belakang gedung FPBS Awalnya saya kira acara ini cuma acara biasa. Acara akustikan yang diisi anak-anak yang suka musik pop, melodic gitu. Tapi ternyata acara yang di gawangi oleh mahasiswa-mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2010 ini bener-bener luar biasa. Acara dimulai jam tiga sore. Saya dateng ke acara ini awalnya cuma mau nonton temen-temen sekelas saya yang ikut nyumbang suara di akustikan ini. Tapi pas sampe TKP, dikejutkanlah dengan musik jazz plus saxophone yang sedang di dendangkan oleh anak Seni Musik. Gak nyesel ada disini, karena penampilnya nggak asal-asalan, mereka semua totalitas. Gak cuma jazz, dangdut juga ikut memeriahkan acara akustik sore ini, plus para penari yang sudah dipersiapkan sebelumnya, tapi mereka bener-bener totalitas. Big applause buat penggagas acara ini yang mendapat apresiasi penuh dari pesertanya :) ...

Theater Performance -- "Rumah Boneka"

Image
Diadaptasi dari  A Doll's House karya  Henrik Ibsen Persembahan: Mainteater, Institut Ungu dan Pentas Indonesia Tempat: Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Tanggal: Kamis, 26 April 2012 Produser: Faiza Mardzoeki Sutradara: Wawan Sofwan Penulis Naskah: Faiza Mardzoeki Penata Lampu: Deden Bulqini Penata Musik: Mogan Pasaribu Penata Kostum: Ken Atik Penata Grafis: Dita Rosmaritasari Make Up Karakter: Taufiq S. Pasopati Penata Panggung: Rizkika Lukman Hakim Lubis Pemain: Heliana Sinaga, Ayu Dyah Pasha, Ayez Kassar, Teuku Rifnu Wikana, Willem Bevers, Pipien Putri, Raiqin Fauzantha Ramlan, Syfana Nurahmi Dewi Sinopsis : Berkisah tentang Nora yang semasa gadisnya adalah seorang penari balet. Tetapi saat menikah dan punya anak, ia harus berhenti menari dan menyerahkan waktunya untuk mengurus anak-anak dan suaminya, Tommy Herlambang. Lalu suaminya terkena kanker, terpaksa harus berobat ke Singapura dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Padahal...

Making a Play Production and Being a Costume Designer of Theater Performance --“Terdampar”

Image
The story adopted from At Sea by Slawomir Mrozek Presented by: English Literature Forum 2009 Place: Auditorium A, 4th floor FPBS Building, UPI Bandung Date: Thursday, 5 April 2012 Director: Hasan Ibnu Safrudin Music Director: Lingga Wardrobe: Fira Nursya’bani Make –up: Firdha Rizkya Artistic: Agil Purnama Cast: Aldy Adiwiguna, Rizky Rafsyanzani, Yoga Brahma, Sofyan Widianto Synopsys: The story tells about three people with different body shape (slim, ideal and fat), which want to eat each other, because they do not have any food for surviving when they were drifted ashore. ::  This play was held in Welcoming Party ELF 2012: Orasi Masturbasi . The preparation of the whole agenda in Welcoming Party 2012: Orasi Masturbasi itself was not really fuss as Welcoming Party 2011: Resurrection . I, as a costume designer of this play, do not really busy of preparing costume, because the costume of the actors are not too difficult to find. Bad thing w...

The One

in a party of three He, you, and me we meet in solemn prayers every midnight in every prayer is union three of us dissolve in one like an equilateral triangle one base supports the two the two sides shape the one in a party of three He, you, and me meet in His unwavering light we anchor our resting souls you and me inhale His heavenly breeze stormy black winter's around the corner you and me spread our slim arms to reach out the signifier of a form of His love for us  to be thanked for as it tastes as good for us three He, you, and me He-you-and-me hyphenated as one in three we find our form and substance as we're meant to be one Bachrudin Musthafa Columbus, Ohio, USA, November 1996

Theater Performance --"Kabeureuyan"

Image
foto: Fira Nursya'bani Diadaptasi dari  Kabeureuyan  karya  Ahmad Bakri Persembahan: Jurusan Pendidikan Seni Tari 2009 Tempat: Auditorium A, FPBS Building, UPI, Bandung Waktu: Kamis, 12 Januari 2012 Sutradara: Unggun Oktafitri Assisten Sutradara: Nenden Siti Nurcholilah Penata Panggung: Nanik A. Penata Kostum: Mellawati Penata Musik: Jurusan Pendidikan Seni Musik 2009 Penata Lampu: Ima Nurmalasari Pemain: Jurusan Pendidikan Seni Tari 2009 Acara drama komedi jurusan Seni Tari ini memang kurang besar jika dibandingkan dengan drama musikal ABS-nya jurusan Bahasa Inggris, tapi salut banget sama mereka yang berani mengkomersilkan pertunjukan ini. Meski demikian, gak rugi sih bayar tiket Rp7.500, karena penonton disajikan pertunjukan drama yang menarik. Ceritanya lucu dan menghibur, para pemainnya juga berakting dengan bagus. Two thumbs up!