Posts

Bulan Madu di Awan Biru (2)

Image
foto: Fira Nursya'bani Selamat datang di Pelabuhan Bangsal. Dari pulau Lombok, kita akan menuju Gili Trawangan yang konon cociks abis untuk bulan madu. Yippi.   Waktu kita istirahat di ruang tunggu, kita dihampiri oleh seorang laki-laki muda yang menawarkan tur snorkeling di tiga gili, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Karena harga yang ditawarkan cukup miring, Rp 250 ribu per orang, kita mengiyakan untuk ikut tur agen travel ini. Untuk bisa sampai ke Gili Trawangan, kita dihadapkan dengan dua pilihan, naik perahu kayu seharga Rp17 ribu per orang atau naik speedboat Rp300 ribu sekali jalan. Hmm.. Sebagai emak-emak, saya sih maunya yang murce. Lagian saya suka banget naik perahu kayu, seruu. Walaupun Raisan kelihatan tegang, dia setuju-setuju aja sama keinginan saya naik perahu kayu. Satu perahu diisi oleh kira-kira 25 sampai 30 orang. Tapi kayaknya kebanyakan yang naik perahu ini warga lokal, wisatawan kayak kita cuma ada satu dua aja. dok...

Bulan Madu di Awan Biru (1)

Image
foto: Raisan Al Farisi Bulan madu tentunya jadi bagian yang paling ditunggu-tunggu setelah menikah. Meski saya dan Raisan sering jalan-jalan, bulan madu akan jadi momen yang berbeda, karena sekarang kita berdua sudah berstatus sebagai suami istri.   Sejak awal, Raisan sudah menawarkan Lombok untuk jadi destinasi bulan madu kita. Karena saya belum pernah ke sana, jadi saya angguk-angguk aja deh. Saking sibuknya kita mempersiapkan pernikahan, kita baru menyiapkan itinerary bulan madu   beberapa hari sebelum menikah. Tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. dok foto pribadi 7 Agustus pagi, kita berangkat dari rumah Bogor menuju Botani. Di sini ada pool bis damri yang akan membawa kita ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan ongkos Rp75 ribu (tipe royal). Sesampainya di terminal 1A kita check-in dan boarding sekitar pukul 15.00. Asyiknya, perjalanan kita lancar sekitar 2 jam sampai ke Bandara Lombok.  Di Lombok, kita celingak-...

Surat Cinta untuk Suami

Image
foto: Muhammad Eldi Sudradjat Dear suamiku Raisan Al Farisi, Terima kasih, hari ini kamu gak hanya menghadap Bapak, tapi juga menghadap Allah untuk meminangku. Ternyata fotografer yang setiap hari panas-panasan, bisa kelihatan keren juga ya saat nikahan. Bukan kamu yang berhasil merayu aku untuk menikah, tapi aku yang mulai menyadari gak mau jauh-jauh berpisah dari kamu. Sebenarnya aku sebal juga pakai bedak berlapis-lapis, tapi waktu kamu bilang aku cantik selepas akad, aku berjanji akan selalu cantik untuk kamu. Aku juga senang karena kamu mau aku ajak pakai baju hitam saat resepsi. Aku memang gak punya pernikahan impian, tapi aku pengen banget pas nikah pakai kebaya warna hitam. Panas memang, maaf ya. Dua tahun lalu di bulan ini, kamu mengungkapkan perasaan. Aku ingat betul. Sebelumnya kamu cuma chatting malu-malu, yang aku balas ogah-ogahan . Aku memang gak bisa menunjukkan ketertarikan dengan orang baru. Mungkin dulu aku cuek banget ke kamu, tapi dia...

Serba-Serbi Menikah

Image
Saking fokus ke acara inti nikahan, saya sampai lupa sama persiapannya. Ada banyak hal yang saya lakuin di fase ini. Banyaknya sih dikerjain sendiri karena saya memang gak menggunakan jasa WO, kecuali untuk dekorasi dan kostum. Ini beberapa kegiatan yang sempat ketangkep kamera Raisan.. Beli cinderamata Cinderamata bisa dibilang jadi salah satu pernak pernik wajib pernikahan. Saya sempat cari-cari di Internet tempat mana yang menyediakan cinderamata cukup murah. Rekomendasinya sih semua mengarah ke pasar-pasar di Jakarta, kayak pasar Esemka atau Tanah Abang. Tapi kata Mama, di Pasar Anyar Bogor pun ada beberapa kios cinderamata yang gak kalah bagus dan murah. Walhasil, berbekal peta buta dari Mama, meluncurlah saya dan Raisan ke Pasar Anyar. Ternyata memang benar saya nemu beberapa penjual cinderamata. Pilihannya beragam dan harganya pun miring, bahkan ada yang Rp 500 per satuannya (harga 2017). Saking banyaknya pilihan, saya akhirnya memutuskan untuk beli beberapa j...