Posts

Sepoi-Sepoi Kincir Angin di Cijapati

Image
foto: Raisan Al Farisi Akhirnya kembali ke edisi ikut Popi liputan, sekarang personelnya nambah satu nih. Tempat yang kita kunjungi kali ini agak jauh, tepatnya di jalur alternatif mudik, Jalan Cijapati. Padahal sama-sama di Kabupaten Bandung, tapi rasanya nggak nyampe-nyampe. Agak aneh sih kok bisa ya di tempat sejauh ini ada objek wisata.  Namanya Taman Zandea. Di taman ini ada ribuan origami kincir angin warna-warni yang akan berputar secara bersamaan saat angin besar datang. Kebetulan lokasinya memang ada di atas gunung. foto: Fira Nursyabani Akses masuknya agak kacau juga nih, jalanannya berbatu dan agak sempit, belum lagi lokasi parkirnya penuh dengan debu. Tiket masuknya Rp10.000 aja per orang dan Rp5.000 untuk anak-anak. Di sini bisa prewedding juga, bayarnya Rp300.000 all set. Saya sempat ngobrol-ngobrol juga sama pemiliknya, namanya pak Fauzan. Ceritanya sekalian mau ngisi kanal wisata di Ayo.  Kata pak Fauzan, objek wisata ini sudah ada sejak November tahun lalu. Be...

30 Tahun si Anak 90-an

Image
foto: Raisan Al Farisi Selama ini saya selalu berpikir tahun 1990 itu masih 10 tahun lalu. Sampai saya menyadarinya hari ini, di ulang tahun suami yang ke-30. Walaupun sudah 30 tahun, suami saya berasa masih belasan tahun. Suka becanda, banyol, suka gulang guling di kasur bareng anak. Tapi saya bangga dengan sikap baiknya, gak cuma ke anak, istri, keluarga, tapi juga ke orang lain yang gak dikenal. Suami saya ini kalau lagi bawa motor di jalan, setiap lihat ada pengendara lain yang lagi dorong motornya, pasti dia bantu step sampe pom bensin atau bengkel. Pernah suatu hari di tengah jalan ada anak kucing kecil yang linglung, dia sengaja turun untuk mengevakuasi kucing itu, supaya gak kelindes. Waktu lagi beli pecel lele di Cileunyi juga, suami saya tiba-tiba ngebeliin beberapa bungkus uduk dan ayam untuk bapak-bapak pemulung yang kebetulan lewat bareng anaknya. Pernah juga waktu kami pulang kerja, suami lihat di pinggir jalan ada manusia boneka lagi tidur sama anaknya dalam keadaan masi...

Miss your jokes already

Image
If only I knew last couple of weeks was our last meeting, I would beg you to stay longer. Hearing to your jokes was all I need every time I came home. I can't thank you enough for accompanying me to Bandung for many moments and I wish for other moments ahead. But now you're gone. And forgive me for not be able to accompany you to your grave. May your warm heart be the light that guide you there. I miss your jokes already. Ø¥ِÙ†َّا Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّØ¢ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ رَٰجِعُونَ Yan Suryawardhana bin Sudradjat 1970-2020

Jalan-jalan ke (Taman) Hotel R

Image
foto: Muhammad Badrien Sutriadarman Ada tempat hiburan keluarga 'tersembunyi' di deket rumah orang tua saya di Ciawi. Bentuknya taman gitu di depan Hotel R, yang lokasinya gak jauh dari rumah, cuma 5 menitan naik mobil. Warga biasa, yang bukan pengunjung hotel, diperbolehkan masuk ke sini. Masuknya gratis. Di dalamnya ada kandang kelinci, kandang rusa, kandang burung, playground, dan arena ATV. Pengunjung bisa beli wortel untuk ngumpanin rusa dan kelinci, juga pakan burung dan ikan. Saya ke sini bareng suami, Rai, Mica, Mama, Teteh, Adik, Adik ipar, dan dua sepupu. Rainier ternyata seneng banget bisa ngasih makan rusa. Dia betah berlama-lama memandangi rusa. Semacam ada chemistry gitu. foto: Raisan Al Farisi Tapi arena yang paling bikin Rai betah apalagi kalau bukan arena bermain. Ada perosotan, trampolin, ayunan, sampai panjat tebing. foto: Raisan Al Farisi foto: Raisan Al Farisi foto: Fira Nursyabani Khusus buat panjat tebing, saya dan suami dibuat terpana karena Rai tanpa di...

UKW Angkatan Covid-19

Image
dok. PWI Kota Bandung Setelah berkecimpung di dunia kewartawanan selama hampir 6 tahun, saya dapat kesempatan untuk ikut uji kompetensi wartawan (UKW) tingkat muda. UKW ini memang ada beberapa tingkat. Muda untuk wartawan di lapangan yang sudah berpengalaman minimal satu tahun. Madya untuk wartawan sekelas redaktur. Dan utama untuk wartawan sekelas pemimpin redaksi. UKW angkatan XXXVII tahun ini sempat ditunda beberapa bulan karena corona. Tapi akhirnya terlaksana juga. Pelaksanaannya pun pakai protokol kesehatan. Panitia sudah bagi bagi masker, face shield, dan handsanitazer. Waktu diminta kantor untuk ikut UKW, saya sempet kaget karena saya baru beres cuti melahirkan 3 bulan. Sejenak saya lupa, selain seorang ibu dua anak, saya juga ternyata masih seorang wartawan :)) Selain saya, ada 4 wartawan lain dari kantor saya yang ikut UKW: Naufal, Khansa, Husnul, dan Kang Irpan. Padahal media lain masing-masing cuma ngirim satu wartawan aja. Kang Irfan, Husnul, Naufal, Fira, Khansa. (foto: N...

Pengalaman Menyapih Rainier, Antara Percaya dan Mendukung

Image
Menyusui merupakan pengalaman terindah selama menjadi ibu. Saya termasuk beruntung karena bisa memberikan ASI untuk Rainier selama dua tahun. Meski begitu, perjalanan menyusui Rai bukan perjalanan yang mudah karena kehamilan kedua saya saat Rai masih 15 bulan.  Mulai dari rasa mulas setiap menyusui sampai desakan orang-orang terdekat untuk segera menyapih Rai karena takut berpengaruh pada kandungan. Sakit dan sedih. Saya tetap berniat menyapih Rai di usianya yang ke-2. Sebelumnya intensitas menyusui Rai memang sudah dikurangi. Dia masih harus menyusu malam sebelum tidur, sedangkan siang hari sudah tidak menyusu. Tanggal 1 Juli, untuk pertama kalinya saya mencoba untuk tidak menyusui Rai di malam hari. Hasilnya, Rai nangis semalaman. Meski begitu, dia akhirnya tidur setelah berjam-jam ngamuk. Saat tengah malam Rai terbangun, saya kebingungan. Biasanya semua selesai dengan menyusu karena setelah menyusu, biasanya Rai akan kembali tertidur dengan sendirinya. Malam itu, meski mata bera...

3

Image
foto: pegawai Coco Rico Dago Kami memang bukan pasangan yang romantis. Tiga tahun menikah, bilang sayang rasanya masih aneh, pegangan tangan juga masih terasa canggung. Tapi sampai saat ini selalu ada perasaan berdebar waktu suami bilang "Yuk kita makan siang berdua di luar". Dan saya menyadari, romantisme kami berbeda, bukan dari kata-kata puitis ala pujangga. Romantis kami itu.. ketika suami setia menunggu saya di luar kantor untuk jemput dan pulang bareng. Saat saya dekati, dia sudah belikan segelas jus dan sebungkus batagor. Romantis kami itu.. ketika saya hampir selalu bangun subuh dan mikir keras untuk masak. Setelah makanan dihidangkan di atas meja dan makan berdua, suami bilang "masakan momi enak banget." Romantis kami itu.. ketika saya nidurin Rainier, dan suami bantu nidurin Mica. Setelah itu kami berdua menghabiskan malam dengan curhat sambil nyeduh teh tarik hangat. Banyak hal-hal sederhana untuk merawat cinta. Meski, hidup memang gak melulu mulus sepert...