Posts

KRD Bandung Raya Am In Luv

Image
foto: Raisan Al Farisi Ada tiga orang yang ngerasain pengalaman perdana naik kereta lokal Bandung Raya hari ini: Saya, Rainier, dan Emica. Sebenernya udah lama juga sih mau nyobain naik kereta, tapi karena banyak syarat administrasi dan protokol kesehatan yang harus dipenuhi, jadi urung. Bawa anak naik kereta juga dianggap gak aman. Kali ini, mumpung aturan udah longgar, akhirnya kami memberanikan diri buat ngenalin langsung kereta api ke anak-anak. Rainier dari kecil senang banget sama segala macam transportasi, mulai dari truk, pesawat, sampai kereta api. Anak kecil ini pasti terkesan. foto: Raisan Al Farisi Kami naik kereta di stasiun terdekat dari rumah, yaitu Stasiun Cimekar. Lokasinya di Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Di stasiun ini gak ada parkiran mobil, jadi kami datang pakai motor dari rumah. Syarat utama yang harus dibawa saat naik kereta lokal Bandung raya sambil bawa anak adalah: Kartu Keluarga (KK). Tanpa KK, kita gak bisa naik. Tapi kalau gak a...

Pengalaman Pakai Behel

Image
foto: Fira Nursyabani Ditulis 4 hari setelah pasang. Berawal dari liat iklan klinik dental baru di Jalan Sudirman, Kota Bandung, tanpa basa basi saya langsung tanya ke suami: Momi boleh dibehel? Suami saya yang bucin ini juga tanpa basa basi mengiyakan. Setelah itu saya langsung research tentang per-behel-an. Sebenernya udah dari dulu-dulu pengen ngerapiin gigi karena dua gigi depan atas saya bentuknya gak karuan, tapi karena dibehel cukup mahal, jadi mikir terus seribu kali. Saya akhirnya memberanikan diri untuk dateng ke klinik dokter gigi di Jalan Sudirman itu, untuk konsultasi sama dokter. Di hari pertama, gigi saya dilihat-lihat sebentar, abis itu saya diminta untuk ronsen gigi. Karena klinik ini baru buka, jadi biaya konsultasi dokternya masih free . Saya cuma bayar biaya admin aja. Oia, ronsen gigi panoramic dilakukan terpisah di lab. Biayanya Rp300.000-an. Setelah lihat hasil ronsennya, ya Allah ada 3 gigi bungsu saya yang mahiwal . Gigi bungsu kiri bawah tumbuhnya ke samping. ...

Selamat Bercerita, Emica!

Image
foto: Raisan Al Farisi Lagi-lagi dibuat shock sama Mica. Entah sejak kapan Mica sudah bisa berinteraksi dengan cukup lancar lewat kata-kata. Saya selalu berpatokan kalau anak di bawah usia 2 tahun biasanya baru lancar menyebutkan satu kata atau satu kalimat yang terdiri dari dua kata seperti "mau makan". Sedangkan Mica hampir bisa melebihi itu, misalnya " Dede au andi , Momi" (Dedek mau mandi, Momi) atau " Dedek au te empan " (Dedek mau ke depan). Padahal umurnya belum genap 1,5 tahun. Kata pertama yang paling sering diucapkan Mica adalah: " Bapak ". Padahal di rumah gak ada yang panggil ayahnya dengan sebutan bapak, semua panggilnya Popi. Anehnya, Mica tau kalau " Bapak " adalah sebutan buat ayah dan dia terus panggil " Bapak " ke popinya. Mica juga bisa menggunakan kata " dong ", " kan ", " atuh " dan partikel-partikel kata lainnya, misalnya " Kan tadi udah ." Lalu lucunya, Mica bisa j...

Staycation di Sumber Alam Garut

Image
foto: Raisan Al Farisi Dalam rangka ulang tahun Popi Raisan, kami melipir ke kota sebelah untuk staycation. Penginapan yang kami pilih ada di wilayah Cipanas, namanya Kampung Sumber Alam. Penginapan ini luas banget, mungkin luasnya sama dengan luas satu kampung kecil. Kamar-kamarnya terbuat dari kayu dan beratap ijuk. Kami pilih kamar di pinggir danau buatan. Beberapa kamarnya memang dibangun di atas beberapa danau buatan yang isinya ikan-ikan emas kecil dan tanaman eceng gondok. Kamarnya cukup sederhana, tapi di kamar mandinya tersedia bathtub cukup besar dengan fasilitas air hangat. Walaupun depan kamar diberi pagar karena menghadap langsung ke danau, tapi anak-anak tetap harus diawasi karena danaunya cukup dalam juga. Kami juga bisa jalan-jalan di jalan setapak yang dibangun di tengah danau. Untuk yang suka foto-foto, tempat ini cukup instagramable. foto: Raisan Al Farisi Selain suasana penginapan yang hijau dan asri, ada beberapa fasilitas yang bisa digunakan. Salah satunya, yang p...

Dear Popi ...

Image
Dear Popi ...Kedewasaan tak dilihat dari angka.  Saat sudah berjanji untuk bersama, bukan hanya komitmen yang muncul, tetapi juga risiko. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang harus direlakan. Ada batasan-batasan yang berdiri dan gak seharusnya dilewati. Ada instruksi-instruksi yang harus dipahami secara otomatis tanpa perintah. Perubahan itu nyata dan tak bisa dipungkiri. Jika kita masih jadi manusia yang sama, betapa merugi. Dear Popi ... Ada tangan-tangan yang menggapai setiap waktu. Menagih kehangatan, menangih janji. Jangan jadi mercusuar yang menerangi kejauhan dan membiarkan sekitarnya gelap gulita. Jadilah suar yang tak hanya menyinari tetapi juga menghangatkan. Selamat ulang tahun.

Selamat berjalan, Emica!

Image
Foto: Raisan Al Farisi Sepulang kerja, Popi Raisan tiba-tiba ngetes Emica jalan dan POW! Mica bisa jalan dari pintu depan rumah sampai dapur. Tiba-tiba. Padahal sebelumnya cuma ngerondang aja. Agak kaget juga karena biasanya anak kecil bisa jalan selangkah dua langkah dulu, lha ini langsung ngeberebet, walaupun memang udah waktunya sih buat Mica bisa jalan di usianya ke 15 bulan ini. Ada anak yang bisa jalan di usia lebih muda, gapapa. Ada anak lain yang bisa jalannya lebih lambat, gapapa. Setiap anak punya perkembangan yang berbeda-beda, yang penting gak melewati red flag dan orang tua terus memberi stimulasi. Mica sebenarnya udah kuat berdiri di atas dua kakinya, tapi selalu ngerasa ragu. Saya ngasih stimulasi yang sama dengan tetehnya dulu, banyak ngajak jalan kaki dengan hanya memegang satu tangannya. Syukur sekarang Mica udah bisa membebaskan keraguan buat melangkah. Selamat berjalan, sayang. Ada doa momi di setiap hentakan kaki Mica.

Short Escape ke Cipanas

Image
foto: Raisan Al Farisi Mendadak dangdut, Popi Raisan ngajak berendam air panas di Cipanas, Garut. Gak ada bosen-bosennya ke Garut, mentang-mentang lebih deket dari rumah. Dari sekian banyak kolam air panas, kami akhirnya memilih Cipanas Indah. Harga tiketnya Rp20.000 per orang. foto: Raisan Al Farisi Karena masih pagi, kolam masih sepi banget. Bahkan airnya belum penuh, lagi diisi.  foto: Fira Nursya'bani Ini kali pertama Mica berenang di kolam renang umum. Juga kali pertama buat saya dan suami bawa dua anak berenang. Untungnya Rainier udah bukan anak mami lagi, jadi bisa dihandle bapaknya, bahkan ikut nyebur ke kolam dewasa. Anaknya juga udah mulai bisa menikmati momen. Main air, berendem, berenang, naik perosotan. Dulu Rai kalau berenang gak mau lepas dari emaknya. Insecure liat ada banyak orang di kolam renang. Sekarang? Santuy aee. Untungnya Mica juga gak rewel. Walaupun nempel sama emaknya juga, tapi mau diajak mengarungi kolam. Mica paling senang main-main di pancuran air. Ka...