My family and I visited my grandma house in Depok to did "arisan." I met my little cousin, do you know her name? SHAFIRA. And my parents kept call her "mpih" as they call me.
foto: Raisan Al Farisi Sebagai warga asli Bogor, saya keitung jarang banget main-main di perkebunan teh di Puncak. Dulu sih main ke Puncak seringnya ke rumah teman-teman sekolah. Tapi kali ini saya mau menjajal perkebunan teh yang letaknya tepat di perbatasan antara Bogor dan Cianjur, yaitu Perkebunan Teh Ciliwung. Kebetulan fotografer kantor ada yang minta diantar ke sini. Lumayan ya jadi pemandu wisata dadakan. Pintu masuk perkebunan ini ada di pinggir jalan, di seberang rumah makan Rindu Alam. Tiket masuknya agak mahal sih untuk lokasi wisata yang stagnan kayak gini, yaitu Rp 7.000 (th 2015), tidak termasuk biaya parkir. foto: Raisan Al Farisi Perkebunannya memang gak luas banget, tapi pengunjung bisa mengekspor spot-spot foto yang bagus. Untung saya jalan sama fotografer, jadi punya foto-foto bagus deh. Yippii… Di dalam perkebunan juga ada berapa pedagang yang menjajakan kopi dan mie instan. Biasanya kalau ada pedagang, rawan banyak sampah nih. S...
foto: Irfan Al-Faritsi Awal September tahun ini diawali dengan flu berat yang bikin suara saya berubah karena mindeng parah. Tanggal 2, kang Arif Budianto, senior kerja saya di kantor tiba-tiba nawarin buat jadi moderator di acara Jabar Media Summit 2025, yang digelar 11 September. Entah kerasukan apa, saya langsung mengiyakan, karena sebagai people pleaser, saya suka kesulitan menolak :( Beberapa hari kemudian baru saya sadar, lha saya kan lagi sakit, dan acara ini acara besar yang didatangi banyak orang penting, bukan cuap-cuap di depan kamera kayak host podcast biasanya. Kenapa gak saya tolak :(( Ada pergolakan batin antara senang karena jadi perempuan satu-satunya yang dipercaya sebagai moderator dan ragu karena ini momen pertama dan takut malah jadi ambyar. Dan yang paling GONG adalah, ternyata dalam acara ini saya juga didaulat jadi seksi acara. Bayangin SEKSI ACARA yang pastinya super riweuh. Padahal saya paling gak bisa kalau 'tampil' tanpa persiapan matang, jadi kalau...
foto: dok. Sekolah Rasanya sulit dipercaya liat Mica ikut lomba Agustusan di sekolah, tanpa drama, tanpa bargaining, tanpa merajuk. Malah anak manis ini dari beberapa hari sebelumnya udah semangat banget nunggu momen lomba di sekolah. Rasa-rasanya setelah sebulan sekolah, Mica mulai punya rasa memiliki. Dari rumah, saya sudah mengafirmasi Mica untuk happy ikut semua lomba yang ada. Tapi kayaknya gak perlu afirmasi apapun anaknya udah happy. Serasa mimpi. Setelah setahun ini santuy gak ada kegiatan di sekolah anak karena Rainier sudah mandiri di sekolahnya, akhirnya saya terjun lagi ke dunia perhebohan ibu-ibu di sekolah Mica. Tahun ini ikut lagi lomba Agustusan dan bertemu lagi sama lomba yel-yel, yang menurut saya cringe dan awkward. Mana abis cabut gigi lagi, jadi gak bisa maceuh maksimal. Alhamdulillah dipertemukan sama ibu-ibu yang baik, yang baru ketemu udah dipaksa kompak dan akhirnya dapet juara 2. foto: dok. sekolah Ada dua lomba yang diikutin Mica, pertama lomba makan ker...
Comments
Post a Comment