1 Persen Cek Fakta Training, 99 Persen Kenangan

foto: Fira

Gak nyangka bisa lihat lagi papan nama Yoshinoya di Plaza Festival Kuningan. Sendirian lagi. Walaupun cuma lewat (gak makan di sana), perasaan sedikit campur aduk.

Ada kelebatan muka Intan, Arif, memori malam-malam curhat sepulang liputan, laper, pesan porsi besar, kekenyangan. Momen paling dirindukan meski ada situasi gak enak saat itu.

Plaza Kuningan sekarang agak gelap, apa karena saya datang sore menuju malam ya. Tapi sebenarnya memang gelap sih karena ada jalur LRT yang menutup langit Rasuna Said.

Sore itu, saya turun di pool Baraya Travel tepat di sebelah Plaza Festival setelah melakukan perjalanan empat jam dari Bandung. Meski sempat terjebak macet di Tebet, saya sama sekali gak merasa kesal, justru rindu.

Hari ini saya dapat tugas dari kantor untuk ikut pelatihan cek fakta media sosial yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pusat. Acara digelar tiga hari dua malam di Hotel The Groove by Grand Aston yang ada di kawasan Epicentrum.

Tempat ini bener-bener memorabel banget. Selain Yoshinoya tadi, saya ngelewatin Epicentrum Walk juga, tempat favorit liputan screening film (sampai pernah ketemu Presiden SBY). Saya sengaja jalan kaki dari pool ke hotel, selain emang deket, juga sambil nostalgia.

Sesampainya di hotel, ternyata saya sendirian di kamar. Kamarnya luas, ada living room, dua TV, kitchen, sampat bathub. Sayangnya saya dapat key card yang mlehoy, banyak tambalan solatip, dan agak susah terbaca di lift maupun di pintu kamar. Untungnya pas saya pertama kali sampai, ada housekeeper yang lewat.

foto: Fira

Mumpung sendirian, saya bisa bebas berendam lama-lama karena gerah total waktu jalan kaki tadi, sambil membayangkan riweuhnya suami mengasuh anak-anak di rumah. Ya gapapa lah ya, orang itu anaknya sendiri kok. Anggap aja ibuknya lagi me time.

foto: Fira

Saya baru kenalan dengan sesama peserta cek fakta waktu makan malam di resto. Pesertanya ada belasan, dari berbagai media daerah mulai dari Aceh sampai Yogyakarta. Tapi tampaknya partner sekamar saya malam ini belum hadir, jadi saya tidur sendirian dulu deh.

Selamat malam Jakarta dan kenangan yang tertinggal di dalamnya....

foto: Fira

Besoknya...

Sekitar 5-6 tahun lalu saya pernah ikut pelatihan macam ini di kantor. Mengidentifikasi hoaks, debunking, sampai buat konten cek fakta.

Kali ini materi pelatihannya lebih upgrade, ada soal AI dan Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI) juga. Dan outputnya bukan tulisan di web, melainkan konten kreatif yang diunggah di media sosial. Agak challenging yah...

Di hari pertama, para peserta dapet materi yang lumayan padet. Utamanya tentang cara mengidentifikasi hoaks, plus perkenalan tools apa aja yang bisa dipakai dalam proses debunking.

Kepala ngebul tapi seru banget. Apalagi pematerinya Kang Adi Marsela, wartawan senior dari cekfakta.com. Dulu saya pelatihan dimentorin belio juga, kebayang dong ilmunya sudah se-ngelotok apa.

Di hari kedua, kami dapat materi juga, tapi lebih fokus ke media sosial dengan pemateri dari Suara.com. Dan di akhir training, kami diminta untuk bikin video cek fakta, yang dimulai dengan mencari hoaks, membuat script, take video dengan talent diri sendiri di jam istirahat, dan editing.

Cukup melelahkan karena kita baru selesai review semua konten peserta selepas magrib. Alhamdulillah konten saya gak banyak komentar, baguss aja katanya. Padahal cuma modal pede dan app Capcut premium punya kantor hehe.

foto: Fira Nursyabani

Oh iya, di hari pertama pelatihan baru saya bertemu dengan sosok teman sekamar, namanya Valda dari KBR Media. Syukur gak tidur sendirian lagi malam ini di kamar yang sebesar itu. Saya suka Valda karena kami sama-sama bukan pendukung pemerintah ehehehh.

foto: Fira Nursyabani

Yang lucu dari event yang saya ikutin kali ini adalah, pertemuan dengan Juju, bestie semasa kuliah. Kayak aneh gak sih, di Jakarta kan ada banyak hotel, kenapa di hari yang sama kami bisa kebetulan ketemu di hotel yang sama? Konsep jodoh tuh gini ya.

foto: waiter The Groove

Selain dapat ilmu, acara ini bener-bener menyenangkan karena mempertemukan saya dengan banyak wartawan dari berbagai daerah. Dan yang terpenting, mereka semua baikk. Aura Jakarta memang beda ya, xixi.

Setelah pelatihan ini, kami semua nantinya akan ikut fellowship khusus cek fakta media sosial. Ada dua video yang harus kami buat, yang produksinya didanai oleh AMSI. Sampai jumpa lagi semuaa...

foto: dok. AMSI

foto: Fira Nursyabani
Btw, walaupun key card kamar hotel saya rada plenger, makanan yang ada di The Groove ini enak-enak banget. Mukbang tiga hari sekali lah di sini. Best ada di soto ayam dan camilan manis. Saya sebenernya gak terlalu suka manis, tapi di sini, semua camilan saya embat, enak gak boong.

Thank you for having me, Jakarta. Pulang dan pergi selalu disambut teduh, seolah matahari tahu panas cahayanya gak akan bisa menguapkan semua memori yang ada.

Rasanya kayak, rindu, sakit, syahdu...

Setelah pamitan sama Valda, Minggu pagi saya kembali menyusuri jalan penuh kenangan dari Epicentrum sampai Plaza Festival, di bawah rintik hujan.

Saya pulang ke Bandung membawa perasaan tak karuan itu.



Comments

Popular posts from this blog

Main di Kebun Teh Puncak

Moderator Bindeng

Lomba Agustusan Pertama Emica