Posts

Sambut Keluarga Pence di Masjid Istiqlal

Image
foto: Fira Nursya'bani Saya hari ini memenuhi undangan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, untuk menyambut Wakil Presiden AS Mike Pence di Masjid Istiqlal. Setelah dua bulan lalu ketemu Menlu Prancis  Jean-Marc Ayrault di Kuningan, sekarang ketemu Pence, asyiknya. Menurut info, Pence datang ke Indonesia bersama keluarganya, yaitu istrinya Karen Pence, dan dua anak perempuannya Charlotte dan Audrey Pence. Seperti biasa, pemimpin negara yang melakukan kunjungan ke Indonesia pasti diajak untuk keliling-keliling Istiqlal. Saya sampai di gerbang Al Fattah pukul 08.00 dan di sana sudah ada alat pendeteksi logam. Waktu itu saya dan beberapa wartawan lainnya, yang kebanyakan fotografer dan kameramen, belum diperbolehkan masuk. Padahal panitia dari Kedubes AS-nya sudah menunggu kita semua di dalam. Memang protokolernya rese banget, padahal warga-warga sipil boleh kok masuk dengan bebas. Setelah ada di dalam, ternyata gak semua wartawan boleh masuk. Hanya mereka yang sudah ...

Hulu Citarum di Situ Cisanti

Image
foto: Fidyastria Saspida Pernah gak sih kepikiran kayak gimana bentuk hulu sungai? Nah, di Situ Cisanti Pangalengan ini kita bisa lihat titik mula Sungai Citarum yang dengan gagahnya melintasi Bandung.  Siapa sangka, Citarum yang kadang kita lihat kotor dan suka meluap, diawali dari tempat yang sejuk dan asri kayak gini. Situ atau Danau Cisanti dikelilingi oleh gunung-gunung kecil di Bandung, seperti Gunung Rakutak, Gunung Wayang, dan Gunung Kendang. Menurut keterangan yang ada di papan informasi, Situ Cisanti memiliki tujuh mata air, yaitu mata air Pangsiraman, mata air Cikolebres, mata air Cikawedukan, mata air Cikahuripan, mata air Cisadane, mata air Cihaniwung, dan mata air Cisanti. Mata air-mata air itu dijaga dengan baik dan dianggap keramat. Pengunjung gak bisa masuk sembarangan ke dalam mata air, karena dihalangi oleh pagar yang dilengkapi kawat berduri. Hanya pengunjung yang memiliki tujuan untuk berziarah saja yang boleh masuk. Hmm. Tapi saya masih bisa ngintip-ngin...

Long Time No Visit Kawah Putih

Image
foto: Raisan Al Farisi Ini bukan kali pertama saya mengungjungi lokasi wisata Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Waktu kuliah dulu, tahun 2010, saya pernah main ke sini juga, tentunya dengan suasana yang sangat berbeda. Kayak gimana sih Kawah Putih di 2017 ini? Lebih bagus, lebih rapi, dan lebih keren. Satu pengunjung dikenai retribusi sebesar Rp20.000. Kendaraan roda empat dipersilakan memarkir kendaraannya di parkiran atas dekat bibir kawah, kira-kira sejauh 1 km dari gerbang masuk. Tapi biaya parkirnya lumayan mahils, sekitar Rp150.000. Kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang mau parkir di parkiran bawah, gak usah khawatir karena pihak mengelola sudah menyediakan kendaraan khusus bernama Ontang Anting. Kendaraan ini mirip angkot berwarna oranye yang sudah dimodifikasi tanpa pintu dan jendela. Jadi, pengunjung bisa menikmati alam sekitar selama naik Ontang Anting. Kalau gak salah, Ontang Anting dikenai tiket tambahan sebesar Rp 15.000. Jangan cari waru...

Wawancara Eksklusif Presiden Komite Palang Merah Internasional

Image
foto: Raisan Al Farisi Sudah gak kehitung berapa kali wawancara tatap muka sama narasumber, tapi kali ini jadi kesempatan langka karena untuk pertama kalinya saya melakukan wawancara eksklusif. *tepuk tangan* Narasumber saya kali ini bukan orang sembarangan, yaitu Presiden Komite Palang Merah Internasional atau bahasa kerennya International Committee of Red Cross (ICRC), Peter Maurer. Sebagai anak bawang, saya gak jalan sendirian ke Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, tempat wawancara bakal dilakukan. Saya ditemani redaktur dan fotografer. Yang banyak tanya-tanya tentunya redaktur, saya cuma pelengkap bagaikan kecap di mangkok bakso. Mulai dari Myanmar dan Afrika Timur, sampai kepo soal perasaan doi kerja di organisasi kemanusiaan, semua percakapan (yang bahkan gak diterbitkan di koran) bisa diintip di sini. Apa tujuan Anda mengunjungi Indonesia? Kunjungan saya adalah jelas untuk bekerja sama dengan Indonesia di masa depan dengan cara-cara baru, karena kami meng...

Dinginnya Coban Rondo

Image
foto: Raisan Al Farisi Selama di Malang, saya mengunjungi salah satu lokasi wisata di Batu, yaitu Coban Rondo. Coban Rondo terletak sekitar 30 km dari pusat Kota Malang dan 15 km dari pusat Kota Wisata Batu. Dari Malang, saya hanya perlu dua jam untuk bisa sampai ke Coban Rondo, akses jalannya pun gak sulit. Tiket masuk ke Coban Rondo dibanderol seharga Rp 15.000 per orang. Saya bisa langsung bawa kendaraan ke lokasi air terjun, sekitar 1,5 km dari gerbang utama. Dari tempat parkir yang lumayan luas, saya harus jalan kaki ke air terjun sekitar 200 meter. Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah banyaknya monyet-monyet liar yang berkeliaran di sekitar air terjun. Mereka lumayan jinak, tapi agak galak juga kalau merasa terancam. foto: Raisan Al Farisi foto: Raisan Al Farisi Oh ya, Coban Rondo secara harfiah bisa diartikan sebagai Air Terjun Janda. Ini air terjun tertinggi yang pernah saya datangi, 84 meter. Tapi di sini ada larangan mandi-mandi, mun...

Kampung Warna Warni Jodipan

Image
foto: Raisan Al Farisi Ini pertama kalinya saya mengunjungi Malang, pleus perjalanan kereta terjauh saya seumur hidup. Gimana nggak, saya harus menghabiskan waktu 14 jam duduk di dalam kereta dari Bandung sampai Kediri. Setelah itu dilanjut empat jam perjalanan dari Kediri ke Malang. Tapi Malang bukan kota yang biasa-biasa. Selain nasi bebeknya yang makyus (sampe tiga kali makan malam terus makan nasi bebek tapi gak bosen-bosen), di sini saya terpesona dengan satu kampung yang menyilaukan mata, yaitu Kampung Warna Warni Jodipan. foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani Awalnya saya lihat kampung ini dari atas kereta, soalnya kampung ini berlokasi tepat di bawah jembatan kereta api di dekat Stasiun Malang. Akhirnya, saya memutuskan untuk mampir ke kampung ini untuk menghilangkan rasa penasaran. Kampung Warna Warni Jodipan terletak di Jalan Gatot Subroto, cuma berjarak sekitar 1 km dari stasiun, jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki.  Un...

Mengintip Pantai Sendiki dan Pantai Gua Cina di Malang

Image
foto: Raisan Al Farisi Siapa suka pantai? Semua orang pasti suka pantai. Tapi gak semua suka jalan jauuuh demi menemukan pantai yang indah. Kayak yang saya lakuin di Malang. Di hari pertama di Malang, saya dan teman-teman memutuskan untuk mengunjungi selatan Malang, yap untuk mencicipi pantainya. Dari pusat kota Malang, saya harus menempuh perjalanan sekitar dua jam ke arah selatan. Pantai pertama yang saya datangi adalah Pantai Sendiki. Pantai ini agak sedikit terpencil, kita cuma perlu jeli melihat papan-papan petunjuk sebesar 30cm x 10cm sesampainya di dusun Tambakrejo. Setelah jalan ke dalam gang besar sejauh 1 km, saya dihadapi dengan akses jalan berbatu sejauh 1 km lagi. Alhasil, kendaraan yang dibawa harus jalan pelan-pelaaann. Tapi, asyiknya di sisi kanan kiri kita disuguhi pemandangan persawahan yang luas dan segar. Walaupun kebetulan saya datang ke sana di waktu matahari panas menyengat. foto: Raisan Al Farisi Kendaraan hanya boleh parkir di gerbang depan. Sela...