Posts

Ikut Vaksin Demi Herd Immunity

Image
Mendadak kantor minta wartawan dan redaktur untuk daftar vaksinasi Covid-19. Walaupun setiap hari kami ngeberitain tentang vaksin, tapi nyatanya di antara kami ada juga yang gak siap untuk divaksin. Saya sendiri gak terlalu bereuforia waktu vaksin Covid-19 datang ke Indonesia karena bayangan saya untuk bisa antar Mama divaksin sudah pupus. Tapi saya tetap menjadikan vaksin sebagai ikhtiar. Terlepas dari gembar gembor herd immunity, ada dua balita yang harus saya jaga, juga Bapak dan kedua mertua. Herd immunity terjadi saat sebagian besar masyarakat sudah divaksin. Kelompok ini dianggap bisa jadi tameng yang melindungi kelompok yang belum divaksin. (Terima kasih Tok Dalang atas penjelasannya). Vaksinasi Pertama foto: Fira Nursyabani Bersama puluhan wartawan lainnya, saya divaksin di Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar, Kamis, 18 Maret 2021. Ternyata gak cuma wartawan, hari ini ada vaksinasi lansia juga. foto: Fira Nursyabani Saya dapat antrean nomor 136. Setelah nunggu sekitar set...

Selamat Berdiri, Emica!

Image
foto: Fira Nursyabani Di usia 8 bulan, kaki Mica sudah mulai kuat berdiri dengan tangan dipegang. Padahal, merangkaknya masih belum sempurna. Agak mengejutkan yah. Beberapa minggu kemudian, Mica mulai bisa berdiri sendiri dengan menumpu pada sofa atau meja. Meski gitu, bayi ini masih ragu buat ngelangkahin kaki, mungkin karena takut jatoh. Gak hanya itu, setiap kita lagi tidur-tiduran di kasur, pasti Mica berusaha untuk berdiri dengan bertumpu ke badan saya. Setelah sepersekian detik berdiri tanpa pegangan, dia kemudian menjatuhkan diri ke kasur. Bener-bener gemay. Alhamdulillah, rasanya gak nyangka Mica udah bisa berdiri lagi huhu, padahal baru kemarin bisa merangkak. Sehat-sehat ya, zheyeng!

Nontonin Pesawat Sampai Puas di Critical Eleven

Image
foto: Raisan Al Farisi Rainier seneng banget sama semua alat transportasi, mulai dari truk, bus, sampai kereta. Rai juga seneng sama pesawat, tapi di rumah cuma bisa denger suaranya dan liat gambarnya aja. Kebetulan di Bandung ada tempat makan yang unik, namanya Critical Eleven. Tempat ini ada di dalem kompleks Bandara Husein Sastranegara. Uniknya, di sini pengunjung bisa liat pesawat take off dan landing sambil mamam-mamam ceria. Untuk masuk ke tempat ini, per orang harus bayar Rp20.000. Di dalam, kami pilih tempat makan lesehan tepat di dekat runway pesawat. Tempatnya cukup nyaman sih. Cuma siang ini agak panas aja. foto: Raisan Al Farisi Waktu saya baca-baca ulasan di internet, ada yang bilang angin di sini cukup besar kalau ada pesawat, jadi saya pakein anak-anak baju panjang. Tapi ternyata justru saltum karena mereka kegerahan huhu. Ada beberapa fasilitas di sini, kayak perosotan dan lapangan bola basket. Rai sama popinya sampe gak mau berhenti naik serodotan, padahal momi dan M...

Selamat Merangkak, Emica!

Image
foto: Raisan Al Farisi Mica ini lucu banget pas awal-awal bisa merangkak. Posisi kakinya kelipet ke depan, tapi badannya maju. Awalnya sempet khawatir juga, kok susah banget buat merangkak sambil bertumpu ke lutut. Perlahan saya mulai membetulkan posisi kakinya saat merangkak. Pembetulan dilakukan berulang, setiap Mica maju. Walaupun mungkin dia ngerasa gak nyaman, ternyata lama-lama kakinya mulai bebas. Di usia 8 bulan ini baru Mica bisa ngerondang dengan sempurna. Bisa ngebut pula. Alhamdulillah. Tinggal berdiri dan jalan nih. Semangat ya sayang!

Main Labirin di Kebun Mawar Situhapa

Image
foto: Raisan Al Farisi Libur Isra Mikraj ini kami kedatangan tamu dari Ciawi. Wah sedih juga rasanya. Biasanya, ada perasaan luar biasa senang kalau lihat mobil Bapak sampai di depan rumah. Satu per satu orang di dalamnya keluar, Mama, Teteh, Aa, Bapak. Sekarang momen paling membahagiakan itu gak akan ada lagi. Beruntung, teteh, Aa dan istrinya masih bisa main ke Bandung. Sabtu ini kami bikin acara dadakan ke Garut. Terpilihlah Kebun Mawar Situhapa Samarang di Jalan Raya Kamojang KM. 5, Samarang, Sukakarya, Garut. Jaraknya ditempuh sekitar 1,5 jam dari rumah. Meski namanya kebun mawar, tapi bunga mawarnya belum banyak yang mekar. Tapi bunga-bunga lain selain mawar banyak juga sih yang bermekaran, cantik-cantik lagi. Tiket masuknya Rp20.000-an per orang. Karena tempat beli tiketnya berbentuk rumah, Rainier waktu masuk ke dalamnya sampai buka sepatu. Rai memang selalu diminta untuk buka sepatu sebelum masuk rumah. Well mannered banget sih ayang. foto: Raisan Al Farisi Wahana yang menarik...

It Is Not Thirty That I Imagined

Image
Ilmu yang paling tinggi tingkatannya adalah ilmu ikhlas. Gak semua orang bisa mempelajari dan menerapkannya dengan benar. Saya selalu senang saat punya kesempatan pergi ke banyak tempat atau bisa meraih sebuah pencapaian. Tapi ada satu hal yang saya baru sadari sekarang, kesenangan yang saya rasakan bukan karena tempat yang saya datangi atau pencapaian yang berhasil saya raih, melainkan karena apapun yang saya lakukan, masih ada orang tua yang bahagia dan sehat di rumah. Setelah mereka gak ada, kesenangan itu hilang juga. Memasuki usia ini seperti memasuki dunia yang lain. Tiba-tiba saya punya dua anak, tiba-tiba orang tua saya pergi, tiba-tiba saya tinggal di antah berantah, tiba-tiba saya harus berjauhan dengan adik dan kakak. Semua ke-tiba-tiba-an itu ditapaki dengan ilmu ikhlas, entah sudah di level mana. Belajar mengelola insecurity Ada juga hal-hal yang sebenernya bisa dicoba sejak lama tapi baru saya coba sekarang. Salah satunya berhenti kepoin unggahan orang lain di media sosia...

Bandung Zoo Lagi, Bandung Zoo Terus

Image
foto: Raisan Al Farisi Bandung Zoo masih jadi pilihan asik Raisan and the girls untuk menghabiskan waktu liburan. Buat Rainier, ini kali ketiganya main ke Bandung Zoo, sedangkan buat Emica, ini yang pertama. Bandung Zoo gak terlalu rame kayak dulu sebelum pandemi. Tapi ternyata, objek wisata ini banyak berbenah. Pintu masuknya pun sekarang dipindah ke tengah. Lebih megah. Kalau di kunjungan pertama Rainier belum tau apa-apa karena masih bayi dan di kunjungan kedua cuma tau gajah, kali ini beda. Matanya berbinar lihat banyak binatang. Di kandang monyet, Rai gak hanya terpana lihat binatang berbuntut panjang itu, tapi juga lihat ikan-ikan yang ada di kolamnya. Hampir semua binatang dia tanyain: "Momi itu apa?" foto: Raisan Al Farisi Dan di kandang jerapah, kita bisa ikut ngasih makan dengan bayar Rp10.000. Petugas akan ngasih beberapa wortel dan buncis untuk kita suapin ke jerapah. foto: Raisan Al Farisi Seru banget. Rai yang biasanya cuma lihat jerapah di buku, sekarang bisa...