Posts

6

Image
foto: Raisan Al Farisi Pernikahan memang gak selalu mudah, terutama buat kami yang gak selalu satu server. Satu ekstrover dan yang satunya lagi introver. Satu punya love language physical touch & act of service , satunya lagi quality time. Tapi untuk bisa bertahan sampai di titik ini, saya bersyukur. Bersyukur untuk pasangan yang selalu memahami meski saya gak banyak bicara, memaafkan meski saya sering berbuat keliru, dan memberi meski gak banyak menerima timbal balik dari saya. Sebagai perempuan yang pernah terjebak dalam toxic relationship , diselingkuhi berulang, dibohongi, dibodohi, dikasari, dimanfaatkan, my love life now is well deserved . Saya selalu ingin dipeluk saat menangis, ingin diusap saat sakit, ingin didengarkan saat bercerita, dan ingin dirangkul saat sedih.  Di tahun keenam, kesibukan masing-masing dan kesibukan bareng anak-anak cukup sering bikin kami berpaling dari satu sama lain. Kesempatan ngobrol biasanya cuma hadir di jalan saat antar jemput, itupun kala...

Sunrise Point Cukul

Image
foto: Raisan Al Farisi Di perjalanan pulang dari pantai, kami mampir di Sunrise Point Cukul, Pangalengan. Sesuai dengan namanya, tempat ini (harusnya) jadi tempat asyik buat lihat matahari terbit karena letaknya di atas bukit. Tapi karena kami datang sore, jangankan matahari terbit, matahari terbenam pun gak kelihatan. Semua tertutup kabut tebal. Tiket masuk Sunrise Point Cukul di weekend ini Rp15.000 per orang. Anak-anak gak bayar. Jadi ada apa aja di sini? Yak, ada spot-spot foto instagramable ala tempat wisata baru Indonesia, termasuk spot foto bunga-bunga berbentuk hati yang ikonik. foto: Raisan Al Farisi Ada beberapa tempat duduk dan meja kayu juga yang bisa dipilih pengunjung untuk bersantai menikmati kopi. Pemandangan ke bawah bagus banget, hamparan kebun teh dan jalur Pangalengan yang berkelok. Tapi bawa anak ke sini agak susah juga karena jalan setapaknya tanah berdebu dan licin. Mica dan Iyay beberapa kali tisoledat  karena gak mau diem. foto: Raisan Al Farisi Tempat foto...

Pantai Rancabuaya dan Puncak Guha

Image
foto: Raisan Al Farisi Staycation pertama di tahun ini! Karena harus nabung banyak untuk biaya sekolah anak-anak, kami tahun ini harus mengurangi intensitas staycation. Dipilihlah awal Agustus ini buat jalan-jalan ke Garut selatan, sekalian ngerayain wedding anniversary. Tujuan kami adalah Pantai Rancabuaya yang, katanya sih, hidden gem di Jawa Barat. Kami berangkat pagi-pagi dari rumah supaya gak kesorean sampai sana. Jalur yang kami tempuh, dari Cileunyi pakai tol ke Soreang, terus ke Banjaran, Pangalengan, dan mendaki gunung lewati lembah sampai ke Garut selatan. Walaupun jalannya berkelok-kelok dan Popi Raisan seperti biasa bawa mobil seperti sedang balapan, alhamdulillah Rai dan Mica gak muntah. Setelah sarapan, mereka berdua langsung diminumi Ant*mo anak, jadi lebih banyak tidur di jalan. Waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 4,5 jam. Kami menginap di villa seberang pantai. Karena pantai ini gak ramai wisatawan, harga villa-nya pun tergolong murce. foto: Raisan Al Farisi Sesam...

Antapura de Djati Sore-sore

Image
foto: Fira Nursyabani Tiba-tiba, pulang kerja, Popi Raisan langsung ngajakin ke Garut. Katanya ada tempat bagus buat main-main dan makan-makan. Hmm. Padahal ini udah siang. Tapi karena hari ini hari libur, okelah kita ajak anak-anak buat jalan-jalan. Lagian Garut kan deket dari rumah. Kami langsung siap-siap. Ternyata tempat bagus yang dimaksud adalah Antapura de Djati. Saya pernah tau nih tempat ini karena sempet viral di medsos. Lokasinya lumayan jauh dari rumah, jadi kami nyampe sore. Orang lain dah mau balik, bapak Raisan and the gank malah baru dateng. Tiket masuknya Rp20.000 per orang, tapi Rai Mica nggak bayar karena masih kecil (mungkin). Tempat parkirnya luas, mushola dan kamar mandinya yang ada di tempat parkiran, bersih banget. Jadi objek wisata ini ceritanya mengusung konsep sawah. Sayangnya sawah-sawah di sini udah dipanen jadi tinggal sisa tanahnya aja. Kalau lagi musim tanam pasti bagus banget. foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani Ada banyak...

Calon Atlet Panjat Masa Depan

Image
Sebenernya ini bukan kali pertama Rainier diajak manjat dinding di climbing gym ini. Waktu umur 3,5 tahun, Rai juga pernah ke sini, ikut manjat-manjatan, padahal belum lepas pospak. Nama tempatnya Yuk Manjat. Lokasinya di dalam Click Square, Jalan Naripan, Kota Bandung. Tiket daily pass-nya Rp100.000 per orang, udah termasuk sewa sepatu manjat, harness dan peralatan lainnya, asuransi, refill minum air putih, juga pendampingan profesional. Pengunjung juga bisa pilih paket member atau kursus privat dengan harga berbeda-beda. Karena Rainier cuma perkenalan, jadi pakai daily pass aja. Popi Raisan yang lihat Rai senang naik-naik, gak mau diem, dan aktif banget, memutuskan buat mengenalkan dia ke dunia manjat (yang sebenernya agak ekstrem juga). Untungnya di Yuk Manjat, ada dinding panjat khusus untuk anak-anak. Pelatih-pelatihnya juga welcome dan ramah semua. Rai dikenalin hal-hal dasar dulu, kayak gelantungan di tali dan manjat di dinding warna-warni. foto: Fira Nursyabani Rai seneng bange...

Ultah Rainier Emica Bareng Temen-temen Rumah

Image
foto: Raisan Al Farisi Untuk tahun ini, anak-anak minta ngerayain ulang tahun bareng teman-teman di rumah dengan tema Unicorn. Acara ultah digelar sore-sore supaya persiapannya agak santai. Alhamdulillah buat pertama kalinya setelah Mama meninggal, keluarga Bogor nginep lagi di sini, termasuk Bapak juga. Awalnya saya pikir bakal ngurus tetek bengek ulang tahun ini sendirian (berdua deng sama Popi), tapi ternyata ada bala bantuan. Sempet degdegan juga takut cuma sedikit temen-temen Rai Mica yang dateng (dasar emak-emak overthinking ). Ternyata, alhamdulillah rame banget. Sayangnya setengah jam sebelum acara, Mica yang ultah ke-3, ngantuk berat dan tertidur. Dia menolak tidur di tengah hari karena terlalu excited , tapi justru malah teler di saat acara mau dimulai. Akhirnya Rai yang ultah ke-5, nyambut tamu sendirian, ambil kado, dan ngasih topi ultah ke temen-temen yang dateng. Anak manis ini udah stand by pakai baju princess lengkap dengan lipstik merah merona. foto: Raisan Al Farisi...

Memahami Rainier

Image
foto: Raisan Al Farisi Untuk Rainier, Momi adalah ensiklopedia pertamanya. Anak manis ini sudah mulai bertanya tentang banyak hal, termasuk soal pernikahan dan kemunculan adik bayi. Momi bingung sih jawabnya, tapi senang karena Rai rasa ingin tahunya tinggi. Yang paling menggembirakan dari Rai adalah rasa tanggung jawabnya sebagai kakak. Rai suka berbagi dan mengalah, gak cuma ke Mica, tapi juga ke sepupu-sepupu kecilnya yang lain. Padahal Momi selalu bilang that's okay kalau dia mau keep makanan atau mainannya sendiri karena nanti bisa gantian. Sifat Rai yang baik ini bahkan bikin orang-orang luar rumah dan keluarga jauh terkejut karena terlalu manis untuk anak lima tahun. Rai juga sudah bisa memahami kalau adiknya, Mica, lebih menguasai Momi. Tapi di beberapa kesempatan, Rai suka menunjukkan keinginan untuk dipeluk Momi, dicium Momi, dan diperhatikan Momi. Kami punya kebiasaan untuk selalu peluk cium di setiap kesempatan. Walaupun perangai Rai sudah sangat tenang, tapi terkadang ...