Posts

Ke IGD Malam-malam

Image
foto: Raisan Al Farisi Malam ini Mica harus terima tiga jahitan di dahi karena gak sengaja kepalanya terpentok meja waktu main. Rasanya sebadan lemes waktu anaknya nangis kejer kesakitan. Lebih lemes lagi ternyata lukanya cukup dalam dan kulitnya robek. Karena darah yang keluar banyak, kami semua panik. Popi Raisan sempet ketok rumah tetangga yang dokter dan nyamperin ke kliniknya, tapi gak ada. Rainier terus nangis karena gak tega lihat adiknya berdarah. Tapi tangis Mica justru berangsur mereda selama saya peluk. Karena mungkin akan ada tindakan untuk Mica, akhirnya saya menguatkan diri untuk ganti baju dan pakai kerudung sambil persiapin uang, minum, gendongan, masker dan printilan lainnya ke dalam tas. Mica ditidurkan sebentar di tempat tidur dalam kondisi tenang dan gak nangis (justru Rai yang nangisnya tambah kejer). Kami putuskan bawa Mica ke IGD Rumah Sakit AMC yang deket dari rumah, sekitar jam 21.00 WIB. Anehnya, Mica gak kelihatan kayak anak yang lagi sakit. "Momi, teteh...

Kamu dan Motor-Motor

Image
foto: Fira Nursyabani "Mom, motor ini bagus gak?" Belum sempet jawab, tiba-tiba motornya udah ada di depan rumah. Katanya motor ini rare alias jarang ada yang punya. Trus gak lama ganti lagi sama motor gede, trus ganti sama motor yang udah jadi impian masa kecil. Namanya dan bentuknya aneh-aneh. Tapi yang saya tahu, motor-motor itu punya satu kesamaan: berisik. Malah ada juga yang ngebul. Kalau boleh jujur (sebenernya udah sering jujur ke orangnya langsung sih), setiap diajak naik motor-motor aneh ini, saya berasa ada diambang kematian, karena pasti dibawa ngebut. Bayangin. Bawa istri (yang harus disayang dan dijaga) aja ngebut, apalagi lagi motoran sendirian. Meski begitu, gak ada yang lebih menyenangkan selain lihat wajah semringahnya waktu ada motor baru terpajang di carport rumah. Mirip-mirip anak kecil abis dibeliin sepeda sama bapaknya. Kalau ditanya, marah gak sih suami ganti-ganti motor terus? Gak. Karena gak pernah ganggu keuangan keluarga alias cicilan rumah tetap...

Staycation di Atap Cililin

Image
foto: Raisan Al Farisi Merayakan 33 tahun kelahiran Popi, kami staycation di Langit Gantole Cililin. Tempat ini dipilih karena udah dari kapan tau sering dikodein Popi. Setiap ada reels tentang Langit Gantole, langsung di- share lewat DM.  Disebut Langit Gantole karena tempatnya ada di dekat venue olahraga gantole. Bahkan venue ini pernah dipakai waktu Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Langit Gantole ada di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Posisinya strategis karena ada di tengah hutan pinus dan di ketinggian 1.600 mdpl. Jadi, dari penginapan ini, kami bisa lihat hamparan pemandangan, persawahan, perbukitan, sampai perkampungan Cililin.  Kami menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari rumah, lewat tol Soroja dan keluar di gate Margaasih. Waktu masuk ke wilayah Singajaya, kami shock karena jalannya cukup kecil, cuma muat untuk satu mobil. Gak hanya itu, konturnya juga menanjak dan berkelok ekstrem, sementara di satu sisinya ada j...

6

Image
foto: Raisan Al Farisi Pernikahan memang gak selalu mudah, terutama buat kami yang gak selalu satu server. Satu ekstrover dan yang satunya lagi introver. Satu punya love language physical touch & act of service , satunya lagi quality time. Tapi untuk bisa bertahan sampai di titik ini, saya bersyukur. Bersyukur untuk pasangan yang selalu memahami meski saya gak banyak bicara, memaafkan meski saya sering berbuat keliru, dan memberi meski gak banyak menerima timbal balik dari saya. Sebagai perempuan yang pernah terjebak dalam toxic relationship , diselingkuhi berulang, dibohongi, dibodohi, dikasari, dimanfaatkan, my love life now is well deserved . Saya selalu ingin dipeluk saat menangis, ingin diusap saat sakit, ingin didengarkan saat bercerita, dan ingin dirangkul saat sedih.  Di tahun keenam, kesibukan masing-masing dan kesibukan bareng anak-anak cukup sering bikin kami berpaling dari satu sama lain. Kesempatan ngobrol biasanya cuma hadir di jalan saat antar jemput, itupun kala...

Sunrise Point Cukul

Image
foto: Raisan Al Farisi Di perjalanan pulang dari pantai, kami mampir di Sunrise Point Cukul, Pangalengan. Sesuai dengan namanya, tempat ini (harusnya) jadi tempat asyik buat lihat matahari terbit karena letaknya di atas bukit. Tapi karena kami datang sore, jangankan matahari terbit, matahari terbenam pun gak kelihatan. Semua tertutup kabut tebal. Tiket masuk Sunrise Point Cukul di weekend ini Rp15.000 per orang. Anak-anak gak bayar. Jadi ada apa aja di sini? Yak, ada spot-spot foto instagramable ala tempat wisata baru Indonesia, termasuk spot foto bunga-bunga berbentuk hati yang ikonik. foto: Raisan Al Farisi Ada beberapa tempat duduk dan meja kayu juga yang bisa dipilih pengunjung untuk bersantai menikmati kopi. Pemandangan ke bawah bagus banget, hamparan kebun teh dan jalur Pangalengan yang berkelok. Tapi bawa anak ke sini agak susah juga karena jalan setapaknya tanah berdebu dan licin. Mica dan Iyay beberapa kali tisoledat  karena gak mau diem. foto: Raisan Al Farisi Tempat foto...

Pantai Rancabuaya dan Puncak Guha

Image
foto: Raisan Al Farisi Staycation pertama di tahun ini! Karena harus nabung banyak untuk biaya sekolah anak-anak, kami tahun ini harus mengurangi intensitas staycation. Dipilihlah awal Agustus ini buat jalan-jalan ke Garut selatan, sekalian ngerayain wedding anniversary. Tujuan kami adalah Pantai Rancabuaya yang, katanya sih, hidden gem di Jawa Barat. Kami berangkat pagi-pagi dari rumah supaya gak kesorean sampai sana. Jalur yang kami tempuh, dari Cileunyi pakai tol ke Soreang, terus ke Banjaran, Pangalengan, dan mendaki gunung lewati lembah sampai ke Garut selatan. Walaupun jalannya berkelok-kelok dan Popi Raisan seperti biasa bawa mobil seperti sedang balapan, alhamdulillah Rai dan Mica gak muntah. Setelah sarapan, mereka berdua langsung diminumi Ant*mo anak, jadi lebih banyak tidur di jalan. Waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 4,5 jam. Kami menginap di villa seberang pantai. Karena pantai ini gak ramai wisatawan, harga villa-nya pun tergolong murce. foto: Raisan Al Farisi Sesam...

Antapura de Djati Sore-sore

Image
foto: Fira Nursyabani Tiba-tiba, pulang kerja, Popi Raisan langsung ngajakin ke Garut. Katanya ada tempat bagus buat main-main dan makan-makan. Hmm. Padahal ini udah siang. Tapi karena hari ini hari libur, okelah kita ajak anak-anak buat jalan-jalan. Lagian Garut kan deket dari rumah. Kami langsung siap-siap. Ternyata tempat bagus yang dimaksud adalah Antapura de Djati. Saya pernah tau nih tempat ini karena sempet viral di medsos. Lokasinya lumayan jauh dari rumah, jadi kami nyampe sore. Orang lain dah mau balik, bapak Raisan and the gank malah baru dateng. Tiket masuknya Rp20.000 per orang, tapi Rai Mica nggak bayar karena masih kecil (mungkin). Tempat parkirnya luas, mushola dan kamar mandinya yang ada di tempat parkiran, bersih banget. Jadi objek wisata ini ceritanya mengusung konsep sawah. Sayangnya sawah-sawah di sini udah dipanen jadi tinggal sisa tanahnya aja. Kalau lagi musim tanam pasti bagus banget. foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani Ada banyak...