Posts

Mantai ke Santolo

Image
foto: Raisan Al Farisi Liburan ke Garut kali ini agak sedikit melelahkan karena harus menempuh perjalanan panjang selama lima jam. Niat awal cuma mau nemenin Popi ngisi acara di Universitas Garut, malah jadi lanjut jalan ke Pantai Santolo. Dari zaman kuliah, nama Pantai Santolo udah sering banget saya dengar, tapi belum pernah sempat ke sana. Dulu sih jarang dapet izin orang tua untuk jalan jauh bareng temen-temen, bolehnya cuma bareng keluarga. Katanya Pantai Santolo bagus banget dan pasirnya putih. Saya langsung membayangkan Pantai Sawarna dan Legon Pari. Tapi ternyata gak se-eksotis itu. Kami harus menembus Kabupaten Garut dari ujung ke ujung untuk bisa sampai ke Pameungpeuk. Jalannya luar biasa berkelok dan berkabut. Karena anak-anak gak terbiasa dengan jalanan yang ekstrem begini, satu per satu mulai tumbang. Emica gak mau lepas dari pelukan. Rainier bahkan muntah di dalam mobil karena masuk angin. foto: Raisan Al Farisi Alhamdulillah setelah lihat laut mereka happy. Ini bukan pan...

Lomba Agustusan Rainier

Image
foto: Fira Nursya'bani Berbaur dengan emak-emak is not my style . Tapi mungkin ini akan menjadi kebiasaan saya setelah anak-anak bersekolah. Sekolah Rainier ngadain fun event pertama di momen peringatan kemerdekaan. Ada lomba anak dan ibu, jadi saya izin gak ke kantor untuk ikut nemenin Rai ke sekolah. Kami semua harus pakai baju serba merah putih, sangat reunceum pokoknya. Kelas Rai cuma diisi 13 orang. Ini kali pertama kami kumpul, jadi belum terlalu kompak heheu. Saya paling blah bloh karena bingung gimana cara ngobrol sama ibu-ibu. Yang bikin kami terpaksa kompak adalah lomba yel-yel. Another awkward moment . Karena anak-anak di kelas Rai masih kecil-kecil dan rapuh, terpaksa ibu-ibunya yang harus heboh. I ain't that typical . Untung lomba selanjutnya seru banget. Semua ibu dan anak berpasangan ikut lomba makan kerupuk per kelas. Saya yang sewaktu kecil gak pernah kalah kalau ikut lomba ini, berhasil ngabisin kerupuk pertama. Tapi untuk jadi juara, Rai harus ngabisi kerup...

Staycation di Episode Hotel Tangerang

Image
Foto: Raisan Al Farisi & Fira Nursyabani Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Pas lagi mikirin mau ngerayain anniversary di mana, Popi Raisan dapat hadiah voucher hotel bintang empat di Tangerang. Anak-anak yang udah jadi staycation addict girang banget diajak nginep di hotel. Kami berangkat tepat di hari H, 6 Agustus, yang kebetulan jatuh di hari Sabtu. Sebelum ke hotel, kami mampir makan siang dulu di Soto Sob H Asmawi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Udah lama kami 'ngidam' makan soto paru di sini. Warung makan soto ini spesial, selain karena memang rasa makanannya enak, juga karena waktu pacaran dulu kami sering banget nge- date di sini. Setiap satu porsi sotonya disajikan sama nasi dan asinan. Gak hanya paru, di sini juga ada soto ayam dan soto daging, juga menu-menu berbau daging lainnya. Tapi favorit kami tetap soto paru karena parunya tebal, gurih, dan garing karena digoreng dulu. Foto: Raisan Al Farisi & Fira Nursyabani Perjalanan dari Jaksel ke Tangerang yang ter...

5

Image
Desember 2014, malam, lupa tanggalnya, saya lihat dia untuk pertama kalinya, di depan kantor. He's caught on my radar since being too loud in office Whatsapp group. "Raisan nanya katanya kamu udah punya pacar apa belum?" kata sahabat saya, Intan. Karena Intan, saya dan dia jadi dekat. Pernah suatu malam saya dan Intan yang sedang duduk di depan kantor tiba-tiba ditraktir sekoteng, sepulang dia main futsal. Kedekatan yang lebih dekat lagi terjadi Mei 2015, waktu kami terpaksa liputan bareng dan saya terpaksa nebeng motornya tanpa helm untuk pulang ke kantor. Hari itu terasa panjang, kami ikut karaoke bareng teman-teman tapi sama-sama gak ikut nyanyi dan pilih untuk mlipir beli sate dekat tempat karaoke. Saya ditraktir lagi kedua kalinya. Saya belum suka dia, tapi suka motor CB-nya. Motornya berhasil mengiyakan saya untuk nemani dia main (main or liputan whatever ) ke Puncak, 16 Agustus. "Mau minta izin deketin teteh, boleh?" katanya saat makan. Kinda weird to be ...

Selamat Bersekolah, Rainier!

Image
foto: Raisan Al Farisi Akhirnya waktu ini tiba. Saya selalu ngebayangin gimana rasanya jadi orang tua siswa. Dan Rainier hari ini resmi jadi siswi TK. Muncul perasaan campur aduk saat harus mengikhlaskan anak buat sekolah. Ada senangnya, tapi ada takutnya juga. Dibanding Rainier, mungkin saya yang lebih excited sekaligus nervous . Sekolah Rai cukup dekat, sekitar 5 menit jalan kaki dari rumah. Rencananya, Rai akan berangkat sekolah bareng momi dan popinya dan pulang sekolah dijemput ibu asuhnya. Kebetulan rumah ibu cukup dekat juga sama sekolah. foto: Raisan Al Farisi Rutinitas saya setiap pagi bertambah karena harus mandiin Rai lebih awal dan nyiapin bekal. Rai selalu dibekali makanan ringan seperti roti atau dimsum, juga buah-buahan. Meski tak bisa dipungkiri belajar calistung jadi fokus di sekolah, tapi sebenarnya Rai bisa dapat banyak hal di luar itu. Dia bisa belajar bersosialisasi, berbagi, bercerita, dan banyak lagi. foto: dok sekolah foto: Raisan Al Farisi Sebagai booster , sa...

Pengalaman Menyapih Emica, Kekuatan Afirmasi

Image
foto: Fira Nursyabani Sudah punya pengalaman menyapih anak pertama bukan berarti bisa melewati proses menyapih anak kedua dengan mudah. Tapi menyapih Emica ternyata memang benar-benar mudah, berkat kekuatan afirmasi positif. Tepat setelah Mica ulang tahun yang kedua, saya mulai menidurinya di malam hari dengan cara digendong. Awalnya ia menolak, menangis mencari susu. Untuk beberapa hari, saya luluh. Fokus saya memang terbagi karena Rainier sudah mulai masuk sekolah. Badan juga rasanya terlalu lelah untuk menggendong Mica yang terbangun di tengah malam. Tapi sekali lagi saya melibatkan suami. Saat Mica menangis ingin menyusu, suami akan menggendongnya dan memberikan afirmasi: " Dede nda nyeh amai, Dede udah nde " (Dedek gak menyusu, Dedek udah besar). Afirmasi itu diberikan berulang setiap hari. Sampai suatu hari Mica dengan sendirinya menolak menyusu dengan alasan dia sudah besar. Ia bahkan menolak untuk ditidurkan sambil digendong. Setiap mengantuk, Mica akan mengajak ke te...

Dua Tahun Emica, Anak Manis yang Gak Suka Nasi

Image
foto: Raisan Al Farisi Gak terasa temen curhat saya yang satu ini sudah berusia dua tahun. Emica benar-benar teman curhat secara harfiah karena sejak usia ke 1,5 tahun, si bungsu ini sudah nyambung diajak ngobrol. Mica jadi teman yang asik bukan hanya untuk saya, Mominya, tapi juga untuk tetehnya dan popinya, juga ibu asuhnya. Selain pintar bicara, Mica juga dikenal 'bodor', alias suka banget ngelucu dan bikin ketawa. Perangainya juga masih santuy dan jarang sekali tantrum. Semua amarah dan tangisnya selalu selesai dalam pelukan Momi. Dan persis kayak Momi dan tetehnya, kalau ketemu banyak orang atau ketemu orang baru, Mica cenderung jutek. Ternyata sifat someah Popi gak ada yang nurun ke anak-anaknya ya. foto: Raisan Al Farisi Ada satu hal unik yang bikin geleng-geleng kepala dari Mica. Sehabis mandi, anak manis ini hampir selalu nolak pakai baju yang saya siapkan dan maunya pilih baju sendiri. Lucunya, dia pun kadang gak sreg sama baju pilihannya sendiri dan terus balik lag...