Persiapkan kaki untuk melangkah lebih jauh, mata untuk memandang lebih banyak, tangan untuk memegang lebih besar, dan hati untuk melakukan semua perjalanan ini.
foto: Raisan Al Farisi Sebagai warga asli Bogor, saya keitung jarang banget main-main di perkebunan teh di Puncak. Dulu sih main ke Puncak seringnya ke rumah teman-teman sekolah. Tapi kali ini saya mau menjajal perkebunan teh yang letaknya tepat di perbatasan antara Bogor dan Cianjur, yaitu Perkebunan Teh Ciliwung. Kebetulan fotografer kantor ada yang minta diantar ke sini. Lumayan ya jadi pemandu wisata dadakan. Pintu masuk perkebunan ini ada di pinggir jalan, di seberang rumah makan Rindu Alam. Tiket masuknya agak mahal sih untuk lokasi wisata yang stagnan kayak gini, yaitu Rp 7.000 (th 2015), tidak termasuk biaya parkir. foto: Raisan Al Farisi Perkebunannya memang gak luas banget, tapi pengunjung bisa mengekspor spot-spot foto yang bagus. Untung saya jalan sama fotografer, jadi punya foto-foto bagus deh. Yippii… Di dalam perkebunan juga ada berapa pedagang yang menjajakan kopi dan mie instan. Biasanya kalau ada pedagang, rawan banyak sampah nih. S...
dok potretBDG Naskah ditulis oleh Rosyid E. Abby Persembahan: Potret Bandung Tempat: Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jl. Baranang Siang, No.1, Kosambi, Bandung Waktu: Kamis-Sabtu, 27-29 Maret 2014 Sutradara: Nanang Id Penata gerak: Tris Emd Artistik: Ipan Sopandi Penata musik: Dian Haydn Pemusik: Tantra (gitar), Arizal (bass), Dolly (biola), Neno (drum), Eka (kacapi & suling) Pemain: Boncel: Aji & Zaqi Bapak Boncel: Openk Emak Boncel: Dini & Intan Tuan Karta: Deri & Gilang Juragan Kapala: Fahmi Juragan Istri: Yolanda Dang Surya: Janwar Juag Awang: Wiki Pembantu: Pyan, Lucky, Irwan, Novia, Silvie Pedagang: Pyan & Lucky Pemburu: Deri & Fikri Pengawal: Bratasena Sinopsis: Boncel yang lahir di tengah keluarga miskin bertekad untuk memiliki hidup yang lebih baik. Lalu ia meninggalkan kedua orang tuanya dan bekerja sebagai abdi di beberapa rumah priyayi. Boncel dikenal sebagai sosok yang pintar, jujur, da...
foto: Raisan Al Farisi Akhirnya kembali ke edisi ikut Popi liputan, sekarang personelnya nambah satu nih. Tempat yang kita kunjungi kali ini agak jauh, tepatnya di jalur alternatif mudik, Jalan Cijapati. Padahal sama-sama di Kabupaten Bandung, tapi rasanya nggak nyampe-nyampe. Agak aneh sih kok bisa ya di tempat sejauh ini ada objek wisata. Namanya Taman Zandea. Di taman ini ada ribuan origami kincir angin warna-warni yang akan berputar secara bersamaan saat angin besar datang. Kebetulan lokasinya memang ada di atas gunung. foto: Fira Nursyabani Akses masuknya agak kacau juga nih, jalanannya berbatu dan agak sempit, belum lagi lokasi parkirnya penuh dengan debu. Tiket masuknya Rp10.000 aja per orang dan Rp5.000 untuk anak-anak. Di sini bisa prewedding juga, bayarnya Rp300.000 all set. Saya sempat ngobrol-ngobrol juga sama pemiliknya, namanya pak Fauzan. Ceritanya sekalian mau ngisi kanal wisata di Ayo. Kata pak Fauzan, objek wisata ini sudah ada sejak November tahun lalu. Be...
Comments
Post a Comment