Posts

Showing posts from August, 2021

Parung Panjang Punya Situ Cinangsi

Image
foto: Raisan Al Farisi Gabut kali ini kami memutuskan buat jalan-jalan ke rumah teteh di Parung Panjang. Lokasinya masih di wilayah Bogor, tapi Bogor coret . Perjalanan dari rumah di Ciawi ke Parung Panjang aja harus ditempuh selama 3-4 jam, padahal masih satu kabupaten loh. Terakhir ke rumah teteh itu waktu Rainier masih usia 15 bulan-an (baru bisa jalan). Waktu itu kami semua nginep bareng Bapak Mama juga. Sekarang kami pergi ke sana langsung dari Bandung. Ternyata di negeri antah berantah ini ada wisata alam, namanya Situ Cinangsi. Lokasinya di Situ Rabak, Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, perbatasan Banten. foto: Raisan Al-Farisi Yang saya tahu, suasana situ hampir pasti selalu sejuk dan rindang. Tapi di Situ Cinangsi, udaranya panas walaupun anginnya besar. Daerah Parung Panjang emang lumayan panas sih. Jadi kalau ada yang bilang Bogor itu sejuk, itu gak semua wilayah ya gays . Puncak aja yang paling sejuk. Dari jalan raya, objek wisata ini gak keliatan sama sekal

Gak Sengaja ke Curug Batu Templek

Image
foto: Fira Nursyabani Hari ini hectic banget. Dari rencana awal motor-motoran ke Puncak Tangkuban Parahu, malah berakhir ke Batu Templek dekat rumah. Libur Agustusan ini sebenernya jadi kesempatan buat saya dan suami untuk 'pacaran' berdua. Tapi gagal ya karena Ninja trail yang dipake overheat di daerah Dago. Dengan kecewa, kita balik kanan. foto: Fira Nursyabani Gak mau istrinya bersedih, suami akhirnya ngasih ide untuk motor-motoran ke deket rumah. Kali ini pake motor matic yang pastinya anti overheat overheat club. Kita jalan dari Cinunuk ke arah Ujungberung. Lalu masuk ke Jalan Sindanglaya, Arcamanik, sampai Oray Tapa. Jalurnya, beuh, mulai dari tanah sampe batu-batu, gak ada yang mulus. Kita juga ngelewatin hutan pinus, yang sebenernya indah banget, tapi jadi agak creepy karena sepi, gelap, dan cuma ada kita berdua di sepanjang jalan. hih. Untungnya gak lama ada perkampungan warga. Sambil terus menyusuri jalan, akhirnya kita sampai ke Curug Batu Templek. Sekilas Tentang

Empat Tahun si Ekstrover Introver

Image
foto: Raisan Al Farisi Apa yang Allah kasih hampir pasti selalu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Termasuk soal jodoh juga Sewaktu muda dulu sebenarnya saya lebih senang lihat cowok pendiam, dingin, cuek, macam Rukawa di SlamDunk. Nyatanya, sekarang justru dapat jodoh mirip Hanamichi Sakuragi. Cuma rambutnya gak merah aja. Ekstrovernya suami saya kadang bikin kaget. Udah wajah kami sama sekali gak mirip, sifat pun bagai bumi dan langit. Tapi bagaikan puzzle, kami berdua saling melengkapi satu sama lain. Saat suami urus hal-hal besar, saya urus hal-hal kecil. Seiring berjalannya waktu berumah tangga, hidup jadi lebih fleksibel. Saya bisa ikut urus hal besar kayak kerja, desain rumah, juga atur investasi. Suami juga ikut nyemplung ngurusin hal-hal kecil kayak cuci baju, bikin mpasi, dan nyuapin anak. Kadang suka kepikiran, kalau dua-duanya ekstrover mungkin kami bakal sama-sama lebih sering ngabisin waktu di luar daripada di rumah bareng anak. Dan kalau dua-duanya int