Posts

Showing posts from September, 2016

Mandalawangi Campground

Image
foto: Raisan Al Farisi Ini bukan kali pertama saya kemping di Mandalawangi Campground, Cibodas. Tapi rasanya kemping yang pertama beberapa bulan lalu kurang memuaskan. Waktu itu saya dan teman-teman dat a ng mal a m-mal a m, gak semp a t eksplor tempat, dan akhirnya ngediriin tenda di deket pintu masuk. Paginya juga gak sempet foto-foto, langsung pulang.   Kali ini, mumpung ada waktu libur dua hari, saya dan geng mau nyoba lagi kemping di Mandalawangi. Se sampainya di lokasi, pengunjung agak penuh dan k ita langsung nyari tempat untuk ngediriin tenda di deket danau. T ernyata danaunya gak begitu bagus, terus di deket situ udah banyak banget yang nenda , jadi rame gitu kayak pasar. foto: Raisan Al Farisi Pilihan kemudian tertuju pada lahan-lahan kosong di dekat sungai. Gak terlalu sepi, juga gak terlalu rame. Setelah oke, kita bahu-membahu ngediriin tenda. Tadaaa… tenda selesai dan kita pengen main-main dulu di sungai plus foto-foto. Segeeerrr banget a

Soundrenaline 2016 (3)

Image
Lho tulisan Soundrenaline 2016 kan udah selesai, Fir? Masih pengen ngebahas sih karena masih belum move on dari Simple Plan. Ett, tapi sekarang mending kita ngebahas hal-hal lain di luar acara dulu ya (dan di luar kemampuan saya untuk mengubahnya). hihi. Ada beberapa hal menarik yang sayang kalau gak saya ceritain. 1. Sinyal yang hilang di Media Center foto: Fira Nursya'bani Sebagai seorang wartawan yang bukan pelancong, menikmati liputan harus diselingi dengan ngirim berita. Saya gak bisa lepas dari ponsel sekalipun lagi joget-joget depan panggung. Tapi ironisnya, Media Center, tempat kumpulnya para kuli tinta dari seluruh belahan Indonesia untuk mengabarkan keadaan Soundrenaline 2016 ke dunia, justru jadi satu-satunya tempat yang gak ada sinyal. Alamaakk!! Dua wifi beserta passwordnya yang disediakan panitia sama sekali gak jalan. Mungkin jalan, tapi lambatnyaaaa itu yang bikin gak kuku. Sebenernya gak pakai wifi pun gak masalah karena ponsel saya sudah bisa m

Soundrenaline 2016 (2)

Image
Day 2 Hari ini saya bangun jam 9 pagi (setelah tidur subuh), lalu ngetik sebentar, tidur lagi, dan bangun sebelum zuhur. Mumpung acara Soundrenaline hari kedua mulai pukul 15.00 WITA, saya ngetik dulu sampe puas. GWK hari ini sama panasnya kayak kemarin. Meski panas, saya dan Sari udah nangkring di A Stage untuk nonton penampilan Kelompok Penerbang Roket. Kereeen, gak kuat T.T Setelah ini, media berkesempatan untuk talkshow bareng KPR di media center. Uuh.  Kelompok Penerbang Roket. (foto: Sari Ramadani) Girls squad. (foto: Carla) Setelah urusan per-KPR-an selesai, saya, Sari, Raya, Carla dari Suara Pembaruan, Windy, dan mbak Ignes PR, jalan-jalan ke wilayah Go Ahead Stage untuk foto-foto dan nyobain berbagai fasilitas. Saya dan Sari kemudian melipir ke Catalyst Art buat bikin tas ala furoshiki Jepang. Di sini kita dikasih dua kain yang kemudian dilipat-lipat jadi tas gendong, tanpa jahitan. Serruu. Dan kainnya boleh kita bawa pulang. Lalu kita berdua melipir lagi k

Welcome To My Life ~

Image
Instagram Simple Plan "To be hurt, to feel lost, to be left out in the dark. To be kicked when you're down, to feel like you've been pushed aroud. To be on the edge of breaking down, and no one there to save you. No, you don't know what it's like, welcome to my life" Suara Pierre Bouviere, vokalis Simple Plan, yang renyah berhasil menghipnotis saya yang masih imut-imut waktu duduk di bangku kelas 1 SMP. Di saat temen-temen mengagumi band major indo, jamanan SMP saya diisi dengan om-om hot dari band-band luar, macam My Chemical Romance, Good Charlotte, Blink 182, dan lainnya. Saya sendiri merasa bukan tipe cewek yang fanatik sama idola. Gak pernah kepikiran buat nyusul Simple Plan ke Kanada demi ngopi bareng Sebastian Lebevfre atau demi ngelus-ngelus kepala plontos Jeff Stinco. Tapi saya suka band ini melebihi kamu, eh melebihi band-band luar lainnya. Kenapa? 1. Liriknya gampang. Gampang diinget, gampang dingertiin, dan pesannya dapet. Tema-

Soundrenaline 2016 (1)

Image
Another gig! foto: Sari Ramadhani Day 1 Selalu menyenangkan setiap kali liputan festival musik. Soundrenaline 2016 jadi festival musik terjauh yang pernah saya liput, lokasinya di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta, Bali, 3-4 September. Saya dan 9 wartawan dari media lainnya naik penerbangan pertama ke Bali, pukul 07.35 WIB, dan sampai pukul 11.00 WITA. Sesampainya di Bandara, kita langsung ke Warung Wardani untuk makan siang dan lanjut ke hotel di daerah Jimbaran. Masih ada sekitar dua jam nih sampai ke acara pembukaan Soundrenaline yang mulai pukul 15.00 WITA. Oh ya, saya sekamar bareng Gloria dari Jawa Pos. Kita memutuskan buat boboan dulu barang sebentar sebelum ke venue. Pukul 14.30 WITA, semua wartawan kumpul di lobi hotel buat ambil ID card media. Ternyata selain yang dari Jakarta, masih banyak media dari daerah lain yang diundang juga, kayak Surabaya, Medan, Makassar, dan bahkan media lokal Bali.  Dari hotel, kita ke GWK dengan mobil sewaan. Setiap mobil diisi