Posts

Showing posts from July, 2023

Antapura de Djati Sore-sore

Image
foto: Fira Nursyabani Tiba-tiba, pulang kerja, Popi Raisan langsung ngajakin ke Garut. Katanya ada tempat bagus buat main-main dan makan-makan. Hmm. Padahal ini udah siang. Tapi karena hari ini hari libur, okelah kita ajak anak-anak buat jalan-jalan. Lagian Garut kan deket dari rumah. Kami langsung siap-siap. Ternyata tempat bagus yang dimaksud adalah Antapura de Djati. Saya pernah tau nih tempat ini karena sempet viral di medsos. Lokasinya lumayan jauh dari rumah, jadi kami nyampe sore. Orang lain dah mau balik, bapak Raisan and the gank malah baru dateng. Tiket masuknya Rp20.000 per orang, tapi Rai Mica nggak bayar karena masih kecil (mungkin). Tempat parkirnya luas, mushola dan kamar mandinya yang ada di tempat parkiran, bersih banget. Jadi objek wisata ini ceritanya mengusung konsep sawah. Sayangnya sawah-sawah di sini udah dipanen jadi tinggal sisa tanahnya aja. Kalau lagi musim tanam pasti bagus banget. foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani foto: Fira Nursyabani Ada banyak

Calon Atlet Panjat Masa Depan

Image
Sebenernya ini bukan kali pertama Rainier diajak manjat dinding di climbing gym ini. Waktu umur 3,5 tahun, Rai juga pernah ke sini, ikut manjat-manjatan, padahal belum lepas pospak. Nama tempatnya Yuk Manjat. Lokasinya di dalam Click Square, Jalan Naripan, Kota Bandung. Tiket daily pass-nya Rp100.000 per orang, udah termasuk sewa sepatu manjat, harness dan peralatan lainnya, asuransi, refill minum air putih, juga pendampingan profesional. Pengunjung juga bisa pilih paket member atau kursus privat dengan harga berbeda-beda. Karena Rainier cuma perkenalan, jadi pakai daily pass aja. Popi Raisan yang lihat Rai senang naik-naik, gak mau diem, dan aktif banget, memutuskan buat mengenalkan dia ke dunia manjat (yang sebenernya agak ekstrem juga). Untungnya di Yuk Manjat, ada dinding panjat khusus untuk anak-anak. Pelatih-pelatihnya juga welcome dan ramah semua. Rai dikenalin hal-hal dasar dulu, kayak gelantungan di tali dan manjat di dinding warna-warni. foto: Fira Nursyabani Rai seneng bange

Ultah Rainier Emica Bareng Temen-temen Rumah

Image
foto: Raisan Al Farisi Untuk tahun ini, anak-anak minta ngerayain ulang tahun bareng teman-teman di rumah dengan tema Unicorn. Acara ultah digelar sore-sore supaya persiapannya agak santai. Alhamdulillah buat pertama kalinya setelah Mama meninggal, keluarga Bogor nginep lagi di sini, termasuk Bapak juga. Awalnya saya pikir bakal ngurus tetek bengek ulang tahun ini sendirian (berdua deng sama Popi), tapi ternyata ada bala bantuan. Sempet degdegan juga takut cuma sedikit temen-temen Rai Mica yang dateng (dasar emak-emak overthinking ). Ternyata, alhamdulillah rame banget. Sayangnya setengah jam sebelum acara, Mica yang ultah ke-3, ngantuk berat dan tertidur. Dia menolak tidur di tengah hari karena terlalu excited , tapi justru malah teler di saat acara mau dimulai. Akhirnya Rai yang ultah ke-5, nyambut tamu sendirian, ambil kado, dan ngasih topi ultah ke temen-temen yang dateng. Anak manis ini udah stand by pakai baju princess lengkap dengan lipstik merah merona. foto: Raisan Al Farisi

Memahami Rainier

Image
foto: Raisan Al Farisi Untuk Rainier, Momi adalah ensiklopedia pertamanya. Anak manis ini sudah mulai bertanya tentang banyak hal, termasuk soal pernikahan dan kemunculan adik bayi. Momi bingung sih jawabnya, tapi senang karena Rai rasa ingin tahunya tinggi. Yang paling menggembirakan dari Rai adalah rasa tanggung jawabnya sebagai kakak. Rai suka berbagi dan mengalah, gak cuma ke Mica, tapi juga ke sepupu-sepupu kecilnya yang lain. Padahal Momi selalu bilang that's okay kalau dia mau keep makanan atau mainannya sendiri karena nanti bisa gantian. Sifat Rai yang baik ini bahkan bikin orang-orang luar rumah dan keluarga jauh terkejut karena terlalu manis untuk anak lima tahun. Rai juga sudah bisa memahami kalau adiknya, Mica, lebih menguasai Momi. Tapi di beberapa kesempatan, Rai suka menunjukkan keinginan untuk dipeluk Momi, dicium Momi, dan diperhatikan Momi. Kami punya kebiasaan untuk selalu peluk cium di setiap kesempatan. Walaupun perangai Rai sudah sangat tenang, tapi terkadang

Memahami Emica

Image
foto: Raisan Al Farisi Sama-sama anak perempuan dan bahkan sama tanggal lahir, gak membuat Rai dan Mica "setipe". Momi gak mau dan gak bisa membandingkan karena semua anak istimewa. Mica, yang lahir saat usia Rai tepat dua tahun, ternyata benar-benar diciptakan untuk jadi sahabat tetehnya. Buat Mica, teteh adalah panutan. Kepunyaan teteh adalah kepunyaan Mica juga. Apapun yang diomongin teteh, Mica ikut ngomong juga. Cuma teteh yang bikin Mica berani untuk kenalan dan main sama teman-teman di rumah. Rasa sayang Mica ke teteh ini yang bikin Rai jadi kakak yang super. Dedek boleh ngikutin apapun omongan teteh, dedek boleh pakai apapun yang teteh punya. Mica yang waktu bayi sangat santuy, sekarang sudah mulai masuk fase terrible two . Anak gemesin ini cukup jarang tantrum, tapi sering banget lempar-lempar, teriak-teriak, melengos kalau dimintain tolong. PR banget untuk Momi bisa ngeluluhin hati Mica, karena kadang meski sudah dikasih tahu sampai berjanji dan pacantel tangan, Mi