Posts

Showing posts from 2019

Napak Tilas ke Kota Cirebon -2

Image
Pagi ini tujuan pertama kita adalah Pasar Kanoman, sesuai permintaan Ibu Suri. Pasar ini punya kenangan tersendiri juga buat Mama. Kalau saya sih gak terlalu inget. hwehe. Sebelum belanja, di pasar ini kita sarapan dulu. Pilihan jatuh pada nasi lengko khas Cirebon. foto: Fira Nursya'bani Penjual nasi lengko ini tepat berada di depan Keraton Kanoman. Waw, ini kali pertama saya lihat langsung keraton ini. foto: Raisan Al Farisi Waktu ke Cirebon beberapa tahun lalu, saya cuma mengunjungi Keraton Kasepuhan dan waktu itu juga untung banget bisa masuk ke dalem plus ketemu Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat. Sementara di Keraton Kanoman ini, saya cuma foto-foto aja di luar. Rainier juga nampak menikmati halaman keraton ini sambil beli balon yang beberapa kali dipecahin. Menurut berbagai sumber, Keraton Kanoman kini ditinggali oleh Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin. Keraton ini juga bagian dari Kesultanan Cirebon. Keraton

Napak Tilas ke Kota Cirebon -1

Image
Cirebon jadi kota kenangan untuk saya dan keluarga. Di kota ini, kakek dan nenek yang saya sebut Bapak dan Mama Ageung, pernah punya rumah dinas. Dan masa kecil saya pernah dihabiskan di rumah itu. Setelah Bapak Ageung meninggal di 1996, rumah itu resmi ditinggal dan keluarga besar semua pindah ke Bogor. Alhamdulillah kali ini saya dan keluarga punya kesempatan untuk melakukan napak tilas. Ada beberapa tempat yang kita datengin, salah satunya rumah dinas Bapak Ageung di Jalan Samadikun. Saya, suami, dan Rai yang jalan dari Bandung, janjian sama Bapak, Mama, Teteh, Aa, dan adik ipar yang jalan dari Bogor, di Batik Trusmi. Kebetulan jalan lagi kosong banget, dari Cileunyi ke Cirebon lewat Sumedang-Majalengka cuma 3 jam perjalanan. Sementara rombongan Bapak lewat tol Cipali. Batik Trusmi jadi lokasi pertama kita di Cirebon. Di sini kita mau puas-puasin belanja dulu supaya jalan-jalannya bisa khusyuk. Suami saya bahkan sempet-sempetnya liputan dengan motret proses pemb

Kado Kedua dari Allah

Image
Ada hadiah tak terduga dari Allah untuk saya dan suami di tahun ini, utamanya sih buat suami yang ulang tahun bulan lalu. Dua garis merah. foto: Fira Nursya'bani Pas pertama tahu, rasanya campur aduk, kaget, gak nyangka, sekaligus senang juga. Bulan ini Rainier genap berusia 16 bulan. Setelah saya tahu saya hamil lagi, saya langsung cari tahu tentang pemberian ASI ke balita oleh ibu hamil. Setelah dapat lumayan banyak referensi dari artikel kehamilan, dari bidan, dan bahkan dari selebgram, saya memutuskan untuk tetap ikhtiar memberikan ASI ke Rai sampai usianya 2 tahun. Insyaallah, tentunya atas seizin-Nya. Memang perkara konsisten ngasih ASI ini gak mudah. Kebanyakan keluarga minta saya untuk segera menyapih Rai dan ngasih susu formula. Hm, selama ini saya belum pernah sekalipun ngasih Rai susu formula dan saya gak yakin dia bakal suka. Awalnya galau dan kepikiran, tapi insyaallah saya tahu yang terbaik buat anak dan diri saya sendiri. Akhirnya saya tetap ngasih Ra

Ikut Raker Kantor Momi ke Garut

Image
foto: Raisan Al Farisi Ini kali pertama saya ikut rapat kerja (raker) kantor di luar kota. Awalnya sempet kalut karena saya harus nginep, sementara saya belum pernah sekalipun ninggalin Rainier untuk nginep di mana-mana. Masalahnya, selama ini saya dan suami hidup misah dari orang tua dan mertua. Pas kerja pun Rai diasuh sama ibu asuhnya, itu pun gak pernah sampai malam. Tadinya saya mau ngajak ibu pengasuh Rai untuk ikut ke Garut, tempat raker. Ternyata ibunya bilang gak bisa karena dia harus ngurus anak dan suaminya di rumah. Untungnya Allah ngasih suami yang super baik, yang punya waktu kerja super fleksibel. Akhirnya saya boyong suami dan Rai ke Garut. Alhamdulillah juga kantor ngasih kemudahan untuk saya dengan ngasih kamar khusus. Selama saya rapat, Rai main bareng popinya. Sejujurnya, ini kali pertama Rai menghabiskan waktu sama bapaknya sendiri selama berjam-jam. Dan saya deg-degan banget karena takut anaknya ngamuk. foto: Kavin Faza Setelah diting

Biar Gak Penasaran, Ketemu Gajah di Bandung Zoo

Image
foto: Raisan Al Farisi Gajah jadi hewan pertama yang menarik perhatian Rainier. Dia bahkan bisa bilang 'GAJAH' dengan sangat sangat jelas. Menurut sepengamatan saya, kesukaannya terhadap gajah bermula dari iklan sebuah produk susu yang menampilkan gajah. Setiap ada iklan itu, dia selalu berteriak "Gaaaaajah!" Tapi saya gak paham kenapa setelah itu dia jadi suka banget sama gajah dan hafal betul sama bentuknya. Ada gambar gajah di mana pun dan sekecil apapun, dia pasti langsung teriak "Gaaaaajah!" Daripada penasaran karena selama ini selalu liat gajah dalam bentuk gambar dan video, akhirnya saya dan suami berinisiatif untuk ngajak Rai ke Bandung Zoo. Ini kali kedua kita ke Bandung Zoo. Waktu pertama kali ke sana, kita ikut popi liputan dan Rai masih kecil banget. Dia bahkan menghabiskan setengah waktu jalan-jalan di dalam dengan tidur. Karena Bandung Zoo ini luas, kita mau fokus ke tempat gajah aja. Kebetulan gajah adanya di ujung, jad

Kado Istimewa

Image
foto: Fira Nursya'bani Ulang tahun popi Raisan ke-29 ini jadi ulang tahun pertama yang dirayakan di rumah sendiri. Alhamdulillah setahun ini, kita sudah tinggal bertiga. Yeay. Sebenernya gak ada perayaan apa-apa karena hari ini kita harus sama-sama kerja. Saya cuma bikin jelly strawberry daan nasi tumpeng mini (ini pertama kalinya bikin tumpeng dan lumayan riweuh juga). Doanya untuk popi masih sama kayak dulu-dulu. Semoga semakin giat ibadahnya biar bisa ngebimbing momi dan anak-anak. Semoga selalu sehat dan selamat di manapun berada, mengingat popi kerjanya di jalanan ke sana ke mari mencari alamat. Yha.  Semoga selalu bahagia dan dipertemukan dengan orang baik. Semoga selalu dilimpahkan rezeki yang halal. Semoga panjang umur biar bisa terus memperbaiki ibadah. Oia nasi tumpeng mini ini resepnya saya dapet dari cookpad. Karena gak punya cetakan kerucut, jadi pake cetakan seadanya, yang penting mirip lha ya. Pelengkap tumpeng ini ada perkedel, ayam goreng,

Hujan-hujan di Situ Patenggang

Image
foto: Raisan Al Farisi Setelah puas main-main di Kawah Putih, kita masih ada waktu untuk mengunjungi tempat wisata lainnya. Akhirnya pilihan jatuh pada Situ Patenggang. Lokasinya sekitar 10 menit perjalanan mobil dari Kawah Putih.  Sebenernya siang ini langit mendung dan sedikit gerimis. Awalnya kita urung untuk main dan pilih balik ke hotel, tapi kalau dipikir-pikir, kapan lagi kita bisa dapet waktu berkualitas kayak gini untuk dihabiskan di alam. Dengan bismillah, kita lanjut masuk ke kawasan situ. Alhamdulillah, ternyata gerimisnya gak berubah deras. Sambil nunggu cuaca cerah, kita minum teh dan makan gorengan dulu di salah satu dari banyak warung yang ada di sini. Di Situ Patenggang ada beberapa wahana kayak perahu dan bebek-bebekan. Tapi kita pilih menikmati pemandangan aja, karena takut kecebur. hihi. Rainier agak sulit menikmati, karena kekeuh pengen berenang di danaunya. Ampun. Akhirnya doi bisa diem di pinggir danau saat kita beli makanan. Foto: Rai

Jadi Turis Eksklusif di Kawah Putih

Image
foto: Raisan Al Farisi Ciwidey jadi tujuan akhir pekan kita kali ini. Sebelumnya kita sama sekali gak ada niat untuk ngedatengin Kawah Putih. Beberapa hari belakangan kawasan wisata ini lagi diterjang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup hebat, jadi ditutup sementara untuk wisatawan. Waktu kita sampe Ciwidey dan nginep di salah satu hotel, ada kabar kalau karhutla di Kawah Putih sudah padam, tapi pengunjung masih belum diperbolehkan masuk.  Suami saya, yang jiwa jurnalistiknya sangat luar binasa, punya ide untuk bawa saya dan Rai ke Kawah Putih. Sebagai seorang mamah yang suka geumpeur , saya menolak. Siapa sih yang gak ngeri ngedatengin tempat wisata yang abis kebakaran? Bawa balita pulak. Tapi suami tetep meyakinkan kalau kawasan wisata itu sudah aman. Saya baru percaya setelah dapat izin dan penjelasan langsung dari petugas di lapangan. Di hari itu kita masuk Kawah Putih dengan gratis karena untuk kepentingan liputan. Di dalam, kita jadi pengunjung ek

Selamat Berjalan, Rainier!

Image
foto: Raisan Al Farisi Walaupun Rai sudah bisa berdiri di usia 13 bulan, tapi tampaknya doi masih ngeri untuk melangkah. (Kata nenek, di usia sebesar ini, Momi juga masih sering ngeri untuk ngelangkah kok Rai, so that's not a big deal baby ). Agak merasa bersalah sih karena hampir setiap hari harus nitip Rai ke pengasuh dan gak bisa terjun setiap saat untuk ngajarin dia berjalan. Meski sibuk, saya dan suami selalu nyempetin untuk ngajak Rai jalan kaki. Awalnya Rai bisa jalan sambil pegangan dua tangan. Lalu mulai bisa jalan dengan pegangan satu tangan. Dan di hari ini, Rai sudah bisa jalan dengan sempurna. Memang rasa ngerinya masih ada, yang bikin dia tiba-tiba suka menjatohkan diri ke lantai. Tapi selebihnya Rai sudah bisa berdiri lalu langsung jalan sendiri tanpa pegangan tangan. Setiap ada hal baru kayak gini, pasti hati rasanya mencelos. Bahagianya gak bisa diungkapin dengan kata-kata. Anak yang dulunya bayi merah, kini sudah besar. Selamat berjalan, s

Kondangan Sambil Main di Gunung Mas Puncak

Image
foto: Fidyastria Saspida Perjalanan di Bogor diakhiri dengan jalan-jalan di kebun teh Gunung Mas puncak. Sebenernya kita ke sini untuk menghadiri undangan nikahan seorang rekan. Tapi karena satu lokasi dengan Gunung Mas, kita menyempatkan diri untuk piknik sebentar. Kebetulan masuknya gratis nih. Ini kali kedua saya jalan-jalan ke Gunung Mas bareng keluarga (kalau sama temen sih udah sering waktu SMA). Dulu tempat ini gak begitu ramai. Tapi sekarang, wih banyak wahana, banyak warung, dan banyak hal-hal lain yang bisa dicoba. foto: Fidyastria Saspida Rai tampak antusias main di sini. Anak bayik yang lagi belajar jalan ini semangat banget menjajal jalanan setapak kebun teh.  Bapaknya juga semangat menjajal drone baru untuk menangkap lansekap perkebunan ini. Pokoknya dua-duanya semangat deh. Kita ke sini bareng keluarga besar Bogor. Selain foto-foto, kita juga main layang-layang, main tiup balon sabun, dan main lari-larian. Untuk yang gak bawa alas duduk, gak u

Serunya Mandi Bola di Lippo Mall Bogor

Image
foto: Raisan Al Farisi Setelah sekian purnama, akhirnya kita kembali ke kota kelahiran Rai, Bogor. Untuk mengisi waktu liburan ini, Rai dibawa neneknya ke playground di Lippo Mall Bogor (waktu zaman saya sekolah, mal ini disebut Ekalokasari). Daaaan... di sini ada kolam mandi bola raksasa. Agak gambling juga ngajak Rai ke sini, karena takut doi gak nyaman. Tapi ternyata Rai gak mau berhenti main di kolam mandi bola ini. Wajahnya senang luar biasa. Dia bebas ngejatohin badannya, ngerondang, berdiri, dan ketawa-tawa. Lucu sih kalau inget saya seumur ini belum pernah sama sekali mandi bola karena orang tua lebih sering main ke tempat wisata alam daripada ke mal. Hihi.  foto: Raisan Al Farisi Oia, playground ini dilengkapi juga dengan beragam mainan kayak mobil-mobilan dan motor-motoran, mainan koin, trampolin, ayunan, perosotan, juga jembatan dan terowongan petualangan. Tiketnya juga murah banget, cuma Rp35 ribu per anak per jam. Sedangkan orang tuanya gratiss

Staycation di Tasikmalaya

Image
foto: Raisan Al Farisi Yeay kita staycation lagii. Kali ini agak jauhan dikit, di Kota Tasikmalaya. Sebenernya kita ke sini untuk dateng ke acara nikahannya temen suami. Tapi mumpung libur, jadi sekalian deh liburan. Karena kebetulan Jumat ini saya pulang siang dari kantor, kita berangkat dari rumah agak siangan. Hotel tempat kita staycation kali ini adalah F*ve Hotel Tasik. Jarak yang ditempuh dari rumah kira-kira 3 jam. Kalau dari segi pelayanannya, hotel ini biasa aja. Kamarnya pun gak seunik kamar yang kita dapet waktu staycation di Garut. Tapi karena kamar kita ada di lantai 3 dan menghadap ke Kota Tasik, kita jadi dapet pemandangan yang lumayan. foto: Raisan Al Farisi Lagi-lagi Rai menikmati kamar ini. Dia senang guling-guling dan mengeksplor ke setiap sudut. Nah pas sore hari, dari dalam kamar kita bisa lihat matahari terbenam.  Pemandangannya jadi agak dramatis karena saat matahari tertutup awan, sinarnya masih terlihat menyinari bumi. Semakin lama wa

Main di Kawah Kamojang Garut

Image
foto: Raisan Al Farisi Walaupun sudah pensiun naik gunung, saya masih bisa lihat kawah di wisata Kawah Kamojang yang ada di area Geothermal PLTU Kamojang. Tempat wisata ini udah masuk list wisata keluarga yang akan kita kunjungi di tahun ini. Untuk masuk ke kawah ini, kita cuma perlu merogoh kocek Rp20 ribu++ berdua (harga 2019). Harga itu sudah termasuk asuransi juga loh. Saya kira wisata Kawah Kamojang ini mirip kayak wisata Kawah Putih di Ciwidey. Tapi ternyata beda banget. Kawah Kereta Api. foto: Raisan Al Farisi  Kalau di Kawah Putih kita lihat satu kawah besar berwarna biru yang berbau belerang menyengat, di Kamojang kawahnya ada beberapa dan terpisah-pisah. Di dekat pintu masuk, tepat dipinggir jalan, ada Kawah Manuk. Kawah ini agak besar (tetapi ukurannya cukup kecil kalau dibandingin sama Kawah Putih Ciwidey). Warna belerang di kawah ini hitam keabu-abuan, dan ada asap di atasnya. Tapi bau belerang di kawah ini gak terlalu menyengat. Asap yang men

Staycation di Garut

Image
Pemandangan Gunung Guntur. foto: Fira Nursya'bani Untuk merayakan ulang tahun pernikahan yang kedua, suami ngajak saya dan Rai jalan-jalan ke Garut. Kebetulan kota ini deket sama Cinunuk, desa kebanggaan kita. hihi. Setelah milih-milih hotel, akhirnya kita memutuskan untuk staycation di Hotel S*ntika Garut. Kalau dilihat dari gambar-gambarnya di mbah Google, pemandangan hotel ini indah banget, langsung menghadap ke Gunung Guntur. Kita berangkat Jumat sore, sepulang saya dari kantor. Di perjalanan, kita cuma menghabiskan waktu sekitar 2 jam aja (plus macet di Rancaekek) untuk sampai ke hotel. Walaupun termasuk baru, tapi hotel ini nyaman banget dari segi suasana dan pelayanan. Setiap tamu yang datang pasti diberi minum dan cupcake. Tapi yang paling bikin kaget adalah... kamarnya. Gak kayak kamar-kamar hotel bintang 3 pada umumnya, kamar hotel di sini didesain mirip villa. Sederhana tapi unik. Pemandangan dari tempat tidur. foto: Fira Nursya'bani Tem