Posts

Showing posts from 2018

Goodbye, Hello!

Image
Foto: Raisan Al Farisi Life is always about waiting Years were going extraordinary Good and evil existed unwittingly To become one of those, I need to consider But I decided to change my life better The goal force me to sacrifice And then I arrange Now my waiting is over No more night that I will spend alone start from December

Nengok Hewan-hewan di Bandung Zoo

Image
foto: Fira Nursya'bani Tempat liputan kedua yang kita datengin adalah Bandung Zoo alias kebun binatang Bandung. Karena di jalan Rainier tidur, jadi dia gak terlalu menikmati jalan-jalannya ke sini. Hihi. Tiket masuk ke sini per orangnya dibanderol seharga Rp40.000. Tapi untuk anak-anak di bawah 3 tahun masih gratis. foto: Raisan Al Farisi Ada beberapa kandang yang kita datangi, mulai dari kandang macan, monyet-monyet, burung-burung dan banyak lagi. Pengunjung Bandung Zoo di hari libur ini gak terlalu penuh ternyata. Waktu kita sampai ke kandang tapir, Rai akhirnya bangun. Gak mudah bagi anak ini untuk mencerna tempat macam apa yang sekarang lagi didatanginya. Raut muka bantutnya bikin gemes. Karena Raisan udah selesai motret, giliran dia yang gendong dan ajak Rai jalan-jalan keliling kandang-kandang. Rai tampak belum bisa menikmati hiburan melihat binatang-binatang ini. Hihi. foto: Fira Nursya'bani Ini bukan kali pertama saya main ke Bandung Z

Serunya Naik ke Menara Masjid Raya Bandung

Image
foto: Raisan Al Farisi Masjid Raya Bandung saat liburan Natal kali ini penuuh banget. Awalnya saya dan Rai berniat untuk bertamasya sekalian ikut Raisan liputan. Tapi ternyata di sini sesak dan panas banget, saya takut Rai ngerasa gak nyaman. Rumput sintetis yang terkenal di Alun-alun Bandung ini juga bener-bener bagai lautan manusia. Di dalam masjidnya pun sama, karena sedang ada pengajian ibu-ibu. foto: Raisan Al Farisi Raisan lalu ngajak kita untuk naik ke menara masjid. Menara kembar ini memang terkenal. Biasanya pengunjung dibolehin naik ke atas menara pakai lift. Waktu 2011 dulu saya pernah naik ke menara ini. Harga tiketnya Rp2.000 aja. Mungkin harganya sekarang udah naik ya. Saya kurang tahu berapa harga tiket pastinya karena akses ke menara sedang ditutup. Setelah nunggu  agak lama, akhirnya kita dibolehin naik ke menara ini sama bapak penjaga secara gratis dengan alasan mau motret untuk liputan. Kebayang gak sih asyiknya menikmati pemandangan Kota Ban

Assalamualaikum Bandung..

Image
foto: Fira Nursya'bani Assalamualaikum Bandung, saya datang lagi. Sekarang bersama si kecil Rainier. Masyaallah. Jodoh, maut, dan rezeki memang sudah ditetapkan Allah. Semuanya tetap jadi rahasia sampai ditunjukkan oleh-Nya dengan cara-Nya sendiri. Sebenernya saya dan suami punya cerita yang agak menyedihkan sewaktu nikah. Walaupun kita sama sekali gak sedih karena terlalu bahagia. Suami terpaksa keluar kerjaan setelah memutuskan untuk menikahi saya. Kami kerja di kantor yang sama dan menurut aturan, salah satu dari kami harus keluar kalau menikah. Kenapa suami yang keluar? Setelah menimbang dengan matang, kami memutuskan untuk punya tempat tinggal masa depan di Bandung. Kami sepakat kalau Jakarta bukan tempat yang tepat. Suami, kami pikir, perlu jadi yang pertama keluar untuk bisa langsung cari kerja di Bandung. Dan setelah dapat, saya yang akan ikut dia, keluar kerjaan dan pindah ke Bandung. Semua memang berjalan sesuai rencana, tapi karena sua

Selamat Tengkurap, Rainier!

Image
foto: Raisan Al Farisi Wow, ada kejutan yang didapatkan suami saat datang ke Bogor minggu ini. Rai bisa tengkurap! Sebelumnya Rai memang sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri, tapi dia belum bisa membalikkan badan dengan sempurna mengingat badannya memang agak gempal.  Sempat beberapa kali saya coba menempatkan Rai langsung di posisi tengkurap dan dia tampak kesulitan untuk mengkondisikan kepalanya. Hihi. Daan tepat di usianya yang ke empat bulan ini, Rai ternyata sudah bisa tengkurap sempurna. Kepalanya yang diangkat sudah bisa ditengokkan ke kanan dan ke kiri. Saat pegel, dia akan memposisikan kepalanya secara miring, jadi idungnya gak ketutup. Ih anak bayi bisa pinter gini ya! Gak sabar rasanya liat Rai ngeguling, duduk, berdiri, dan jalan. Yeay! foto: Raisan Al Farisi

Lihat Burung-burung di Bird & Bromelia Pavilion

Image
foto: Raisan Al Farisi Hari ini saya bawa Rai jalan-jalan ke taman burung Bird & Bromelia Pavilion kompleks Pramestha Resort Town, Dago Giri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.  Lokasi taman burung ini menyatu dengan cafe. Harga tiketnya Rp50 ribu per orang di hari libur. Hm. Agak kaget tersentak karena mihils bingit. Jadi penasaran dong ya apa yang bisa kita dapat dengan uang sebesar itu. Di loket depan kita dapat air minum kemasan dan 5 jenis makanan burung. Masing-masing makanan dikasih ke jenis burung yang berbeda. Saat masuk ke dalam, kita langsung disambut belasan burung merpati yang menyerbu. Merpati itu bakal betah diem deket kita karena (mungkin) dia mencium bau makanan yang kita bawa. Ada yang menclok di kepala, tas, tangan, macem-macem. Tapi mereka akan pergi dan 'mencampakkan' kita ketika lihat mangsa baru. Hiks. foto: Raisan Al Farisi Setelah dari merpati, kita ke sisi kanan untuk melihat beberapa burung hantu. Saya kira burung hantu me

Popinya Momi, Popinya Rai

Image
foto: Sarah Munifah Saat mata mu terbuka pukul 00.00 tanggal 16 Oktober 2018, tak ada lilin menyala, tak ada kue berlapis krim keju. Hanya ada momi. Hanya ada Rainier. Momi akan jadi lilin, menerangi malam mu, menghangatkan tidur mu. Rainier akan jadi kue, membuat hidup mu lebih manis, dekorasi cantiknya membuat hari-hari mu meriah. Ini ulang tahun pertama mu sebagai popi. Selamat menjadi popi. Popi yang baik. Popinya momi. Popinya Rai. fira 161018 foto: Sarah Munifah foto: Fira Nursya'bani foto: Fira Nursya'bani

Foto Studio Perdana Rainier

Image
Foto: Papyrus Photo Holla...! Rainier bulan ini sudah memasuki usia 3 bulan, selamat ya ayang 🎉 Mumpung lagi di Bandung sebelum saya masuk kerja lagi setelah selesai cuti melahirkan, kita memutuskan untuk foto studio di Papyrus Photo Jalan Bengawan. Dan ini jadi foto studio pertama Rai lho. Kita pilih paket Photo Story 1 seharga Rp 285 ribu untuk dua orang (2018 --harga bisa berubah). Karena kita bertiga, kita bayar charge untuk tambah satu orang Rp 25 ribu.  Untuk paket ini, kita dapet 5 pose, 5 cetakan 4R, 1 cetakan ukuran 20x90 (5 foto dalam satu kolase) + laminasi dan frame, dan 1 CD. Di paket ini kita foto dengan satu background polos dan satu kostum aja. Karena banyak foto yang sangat sangat cute , kita minta cetak 3 foto tambahan dengan bayar Rp 10 ribu per foto. Jadi total semuanya Rp 340 ribu. Mweheh (asal jangan sering-sering ya, bisa tekor). foto: Raisan Al Farisi Di ruang tunggu, Rainier sempet ketiduran, jadi pas masuk studio dia harus diba

Akta Kelahiran Rainier

Image
Persyaratan (foto dok pribadi)  Kalau denger cerita orang-orang di kampung, kayaknya bikin Akta Kelahiran anak itu susah banget. Ngumpulin persyaratannya ribet, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)-nya jauh, prosesnya lama, dan gak jarang harus ada 'duit pelancar'-nya juga. Tapi Alhamdulillah Akta Kelahiran Rainier dibuat tanpa ribet. Awalnya, saya dan suami ngumpulin dulu persayaratan yang diminta Disdukcapil, yaitu: Surat Keterangan Kelahiran dari Disdukcapil Kota Bandung yang ditandatangan dan dicap kelurahan (karena saya dan suami sudah ber-KTP Bandung, jadi Rainier bikin Akta Kelahiran di Disdukcapil Bandung) Surat Keterangan Kelahiran asli dari rumah sakit/bidan/penolong atau Surat Keterangan Kelahiran asli dari kelurahan Fotokopi KK (orang yang akan dibuatkan aktanya sudah tercantum dalam KK) Fotokopi KTP-el orangtua atau fotokopi Akta Kematian orangtua (jika sudah meninggal dunia Fotokopi KTP-el dua orang saksi kerabat terdekat Fotokopi
Image
HAPPY WEDDING ANNIVERSARY I wanna spend the rest of your money with you. foto: Raisan Al Farisi  

Surat Cinta untuk Anakku, Rainier

Image
Foto: Raisan Al Farisi Dear anakku, Rainier... Hari ini untuk pertama kalinya momi bertemu dengan Rai. Padahal kita sudah sering bersentuhan, bercerita, dan berbagi perasaan. Terima kasih sudah bantu momi melahirkan Rai dengan mudah, bahkan sangat mudah walaupun momi harus menahan sakit luar biasa dan tidak tidur. Ada perasaan yang gak bisa momi ungkapkan waktu Rai, yang masih berbentuk bayi merah, menangis kencang lalu disimpan dipelukan momi. Perasaan ini berlapis-lapis lebih tinggi dari perasaan bahagia. Gak henti-hentinya momi bersyukur karena Rai lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kurang satu apapun. Dengan fisik yang sempurna, maka hati Rai pun harus sempurna. Mari berbahagia bersama momi dan popi. Menjadi apapun Rai saat dewasa nanti, momi akan selalu dukung. Tapi ketahuilah, orang yang sukses adalah orang yang bisa melawan ego diri sendiri. Jadilah orang yang baik, maka kebaikan akan kembali kepada kita. Momi doakan Rai selalu bertemu dengan orang yang baik p

Rainier Suraiya (3)

Image
Saya dan suami sepakat untuk langsung menyelenggarakan aqiqah Rainier, sepekan setelah kelahirannya, 15 Juli 2018. Acara akikah ini digabung dengan syukuran puput pusar, jadi selain motong seekor kambing, kita juga bikin bubur merah dan bubur putih. foto: Raisan Al Farisi foto: Raisan Al Farisi Daging kambing yang sudah dipotong-potong kemudian dibikin gulai dan dibagikan ke tetangga, barengan sama bubur merah bubur putih. Acara intinya sih cuma dihadiri keluarga besar Bogor aja, tapi alhamdulillah khidmat. Sambil tertidur, Rai pun dipotong rambutnya sedikit-sedikit oleh para kakek dan neneknya. foto: Raisan Al Farisi Doa Momi dan Popi untuk Rai, semoga menjadi anak perempuan yang tangguh, menyenangkan, sehat jasmani dan rohani, sukses dunia akherat, dan selamat di mana pun berada. Rai jadi anugerah yang luar biasa yang bahkan udah ngebanggain banget sejak dalam kandungan. Terima kasih Nenek yang udah masak gulai kambing dan bubur. Terima kasih para kakek yan

Rainier Suraiya (2)

Image
foto: Raisan Al Farisi Saya baru diperbolehkan pulang dari rumah bersalin kalau sudah buang air kecil. Tapi buang air kecil­ ­ adalah hal yang sulit, selain ngeri karena jaitan, saya juga gak biasa pakai toilet umum. Alhasil saya diminta untuk nginep dulu satu malam, padahal jarak dari rumah bersalin ke rumah gak jauh loh. Hiks.   Mama dan Bapak gak bisa ikut nginep karena di rumah harus ngurusi ari-ari dan kain-kain penuh darah bekas lahiran. Tinggal lah saya, suami, dan seorang sepupu yang tinggal di rumah bersalin bersama dedek.  Ini bagaikan shocking therapy buat saya dan suami. Gimana enggak, belum 24 jam jadi orang tua, kita udah harus ngurus bayi baru lahir semaleman. OMG. Kita berdua begadang semaleman. Kita masih bingung dengan pola tidur dan arti dari tangisan dedek. Dedek maunya nyusu terus. Kalau udah bosan dan ngantuk, dia maunya tidur sambil di gendong-gendong. Di tengah malam, saya dan suami mesti gantiin popoknya dan benerin bedongan. Kita dituntut