Posts

Showing posts from October, 2015

How's the black hole come?

I believe there's always a black hole in our life. Having great journey to the entire world does NOT make your life perfect. Ah perfection, anyone have it? I'm tired of blaming on the black hole and questioning how's it come. Then I started to ask myself whether I ever be a black hole for others' life. I don't want to. I know there is no one who wants to be. The problem is, we never know when, why, where, and how we become a black hole. Sad. Once we know, even more sad, we never accept it. Does concept of 'always right' belong to women (only)? I don't think so. We may be happy in being a black hole. A black hole is designed to be selfish and think about self-satisfaction. If everything doesn't run according to plan, we upset and angry. I know because I realize that I ever be a black hole for someone's life. It's a must-have-distraction. 

Hari ini ...

Image
foto: Arief Satriantoro Hai... Saya tahu ini jadi hal yang baru (lagi) untuk kita, yang sama-sama pernah punya kisah yang kelam. Saya tahu ini jadi hal yang gamang, karena kita baru mengenal satu sama lain. Tapi saya meyakini satu hal yang tidak saya tahu: dikirimkan kamu sebagai teman hidup. Samakah doamu dengan doaku di hari jadi ini?

Republika Asap Series

Image
source: epaper.republika.co.id Seekor burung Colibri, salah satu jenis burung terkecil di dunia, melihat titik api. Kobarannya merambat dari pohon satu ke pohon lain sedikit demi sedikit dan asapnya mulai mengepung seisi hutan.  Burung itu pergi ke sebuah danau dan mengambil sedikit air di dalam sehelai daun. Dibawanya daun berisi air itu dan lalu ia siram ke atas titik api. Elang dari jauh menertawakan, mana bisa seekor Colibri memadamkan titik api yang semakin lama semakin besar. Dengan angkuhnya ia berteriak agar hewan yang lebih besar segera memadamkan api, tapi di hutan itu seluruh hewan telah pergi. Sang Colibri tak terpengaruh dan terus kembali ke danau untuk mengambil air dan menyiramkannya ke titik api. Perbuatannya menjadi inspirasi bagi burung Colibri lain. Akhirnya, segerombolan Colibri membawa satu helai daun besar berisi banyak air yang bisa lebih cepat memadamkan api. Sedangkan sang Elang, bersedih karena anaknya terkena paparan asap. Ia malu, lalu ikut