Posts

Selamat Bercerita, Emica!

Image
foto: Raisan Al Farisi Lagi-lagi dibuat shock sama Mica. Entah sejak kapan Mica sudah bisa berinteraksi dengan cukup lancar lewat kata-kata. Saya selalu berpatokan kalau anak di bawah usia 2 tahun biasanya baru lancar menyebutkan satu kata atau satu kalimat yang terdiri dari dua kata seperti "mau makan". Sedangkan Mica hampir bisa melebihi itu, misalnya " Dede au andi , Momi" (Dedek mau mandi, Momi) atau " Dedek au te empan " (Dedek mau ke depan). Padahal umurnya belum genap 1,5 tahun. Kata pertama yang paling sering diucapkan Mica adalah: " Bapak ". Padahal di rumah gak ada yang panggil ayahnya dengan sebutan bapak, semua panggilnya Popi. Anehnya, Mica tau kalau " Bapak " adalah sebutan buat ayah dan dia terus panggil " Bapak " ke popinya. Mica juga bisa menggunakan kata " dong ", " kan ", " atuh " dan partikel-partikel kata lainnya, misalnya " Kan tadi udah ." Lalu lucunya, Mica bisa j...

Staycation di Sumber Alam Garut

Image
foto: Raisan Al Farisi Dalam rangka ulang tahun Popi Raisan, kami melipir ke kota sebelah untuk staycation. Penginapan yang kami pilih ada di wilayah Cipanas, namanya Kampung Sumber Alam. Penginapan ini luas banget, mungkin luasnya sama dengan luas satu kampung kecil. Kamar-kamarnya terbuat dari kayu dan beratap ijuk. Kami pilih kamar di pinggir danau buatan. Beberapa kamarnya memang dibangun di atas beberapa danau buatan yang isinya ikan-ikan emas kecil dan tanaman eceng gondok. Kamarnya cukup sederhana, tapi di kamar mandinya tersedia bathtub cukup besar dengan fasilitas air hangat. Walaupun depan kamar diberi pagar karena menghadap langsung ke danau, tapi anak-anak tetap harus diawasi karena danaunya cukup dalam juga. Kami juga bisa jalan-jalan di jalan setapak yang dibangun di tengah danau. Untuk yang suka foto-foto, tempat ini cukup instagramable. foto: Raisan Al Farisi Selain suasana penginapan yang hijau dan asri, ada beberapa fasilitas yang bisa digunakan. Salah satunya, yang p...

Dear Popi ...

Image
Dear Popi ...Kedewasaan tak dilihat dari angka.  Saat sudah berjanji untuk bersama, bukan hanya komitmen yang muncul, tetapi juga risiko. Banyak hal yang berubah, banyak hal yang harus direlakan. Ada batasan-batasan yang berdiri dan gak seharusnya dilewati. Ada instruksi-instruksi yang harus dipahami secara otomatis tanpa perintah. Perubahan itu nyata dan tak bisa dipungkiri. Jika kita masih jadi manusia yang sama, betapa merugi. Dear Popi ... Ada tangan-tangan yang menggapai setiap waktu. Menagih kehangatan, menangih janji. Jangan jadi mercusuar yang menerangi kejauhan dan membiarkan sekitarnya gelap gulita. Jadilah suar yang tak hanya menyinari tetapi juga menghangatkan. Selamat ulang tahun.

Selamat berjalan, Emica!

Image
Foto: Raisan Al Farisi Sepulang kerja, Popi Raisan tiba-tiba ngetes Emica jalan dan POW! Mica bisa jalan dari pintu depan rumah sampai dapur. Tiba-tiba. Padahal sebelumnya cuma ngerondang aja. Agak kaget juga karena biasanya anak kecil bisa jalan selangkah dua langkah dulu, lha ini langsung ngeberebet, walaupun memang udah waktunya sih buat Mica bisa jalan di usianya ke 15 bulan ini. Ada anak yang bisa jalan di usia lebih muda, gapapa. Ada anak lain yang bisa jalannya lebih lambat, gapapa. Setiap anak punya perkembangan yang berbeda-beda, yang penting gak melewati red flag dan orang tua terus memberi stimulasi. Mica sebenarnya udah kuat berdiri di atas dua kakinya, tapi selalu ngerasa ragu. Saya ngasih stimulasi yang sama dengan tetehnya dulu, banyak ngajak jalan kaki dengan hanya memegang satu tangannya. Syukur sekarang Mica udah bisa membebaskan keraguan buat melangkah. Selamat berjalan, sayang. Ada doa momi di setiap hentakan kaki Mica.

Short Escape ke Cipanas

Image
foto: Raisan Al Farisi Mendadak dangdut, Popi Raisan ngajak berendam air panas di Cipanas, Garut. Gak ada bosen-bosennya ke Garut, mentang-mentang lebih deket dari rumah. Dari sekian banyak kolam air panas, kami akhirnya memilih Cipanas Indah. Harga tiketnya Rp20.000 per orang. foto: Raisan Al Farisi Karena masih pagi, kolam masih sepi banget. Bahkan airnya belum penuh, lagi diisi.  foto: Fira Nursya'bani Ini kali pertama Mica berenang di kolam renang umum. Juga kali pertama buat saya dan suami bawa dua anak berenang. Untungnya Rainier udah bukan anak mami lagi, jadi bisa dihandle bapaknya, bahkan ikut nyebur ke kolam dewasa. Anaknya juga udah mulai bisa menikmati momen. Main air, berendem, berenang, naik perosotan. Dulu Rai kalau berenang gak mau lepas dari emaknya. Insecure liat ada banyak orang di kolam renang. Sekarang? Santuy aee. Untungnya Mica juga gak rewel. Walaupun nempel sama emaknya juga, tapi mau diajak mengarungi kolam. Mica paling senang main-main di pancuran air. Ka...

Parung Panjang Punya Situ Cinangsi

Image
foto: Raisan Al Farisi Gabut kali ini kami memutuskan buat jalan-jalan ke rumah teteh di Parung Panjang. Lokasinya masih di wilayah Bogor, tapi Bogor coret . Perjalanan dari rumah di Ciawi ke Parung Panjang aja harus ditempuh selama 3-4 jam, padahal masih satu kabupaten loh. Terakhir ke rumah teteh itu waktu Rainier masih usia 15 bulan-an (baru bisa jalan). Waktu itu kami semua nginep bareng Bapak Mama juga. Sekarang kami pergi ke sana langsung dari Bandung. Ternyata di negeri antah berantah ini ada wisata alam, namanya Situ Cinangsi. Lokasinya di Situ Rabak, Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, perbatasan Banten. foto: Raisan Al-Farisi Yang saya tahu, suasana situ hampir pasti selalu sejuk dan rindang. Tapi di Situ Cinangsi, udaranya panas walaupun anginnya besar. Daerah Parung Panjang emang lumayan panas sih. Jadi kalau ada yang bilang Bogor itu sejuk, itu gak semua wilayah ya gays . Puncak aja yang paling sejuk. Dari jalan raya, objek wisata ini gak keliatan sama sekal...

Gak Sengaja ke Curug Batu Templek

Image
foto: Fira Nursyabani Hari ini hectic banget. Dari rencana awal motor-motoran ke Puncak Tangkuban Parahu, malah berakhir ke Batu Templek dekat rumah. Libur Agustusan ini sebenernya jadi kesempatan buat saya dan suami untuk 'pacaran' berdua. Tapi gagal ya karena Ninja trail yang dipake overheat di daerah Dago. Dengan kecewa, kita balik kanan. foto: Fira Nursyabani Gak mau istrinya bersedih, suami akhirnya ngasih ide untuk motor-motoran ke deket rumah. Kali ini pake motor matic yang pastinya anti overheat overheat club. Kita jalan dari Cinunuk ke arah Ujungberung. Lalu masuk ke Jalan Sindanglaya, Arcamanik, sampai Oray Tapa. Jalurnya, beuh, mulai dari tanah sampe batu-batu, gak ada yang mulus. Kita juga ngelewatin hutan pinus, yang sebenernya indah banget, tapi jadi agak creepy karena sepi, gelap, dan cuma ada kita berdua di sepanjang jalan. hih. Untungnya gak lama ada perkampungan warga. Sambil terus menyusuri jalan, akhirnya kita sampai ke Curug Batu Templek. Sekilas Tentang...