Tahun Baruan di Hutan Pinus

foto: Raisan Al Farisi

Setelah 7 tahun tinggal di Bandung, akhirnya ngerasain juga tahun baruan di luar. Selama ini kami selalu ngerayain tahun baru di rumah. Selain karena anak-anak masih kecil, saya dan Popi Raisan juga biasanya masih masuk kerja di saat yang lain menggelar pesta.

Menyambut tahun 2026, kami kemah di Lembang, semacam camping ground kayak Ciater CamperVan yang kita datengin tahun lalu, tapi ini lebih padet sama pohon pinus, lebih hutan, lebih gelap. Dan kami juga nenda lagi di atas mobil, meski jenis mobilnya sudah berganti. 

Walaupun penuh dengan pohon pinus, campground ini dikelilingi hamparan perkebunan teh Sukawana. Jadi pemandangannya sebenernya indah banget kalau gak hujan badai.

Yap, kami sampai di sana jam 10 pagi disambut dengan hujan besar dan angin kencang. Sebenernya bisa sih nunggu di dalem mobil dulu. Tapi ya Popi Raisan yang super heboh ini gak sabar pengen cepet-cepet pasang tenda -barunya- yang bertengger di atas mobil.

Alhasil saya, dia, dan teteh sambil basah-basahan di bawah derasnya hujan, bahu membahu bikin tenda, pasang kanopi, sampai pasang meja. Sementara anak-anak diem di dalem mobil. Agak trauma juga nih ngajak Rainier Emica kemping, tapi pulangnya tepar semua karena cuaca buruk.

foto: Raisan Al Farisi

Hujan terus turun sampai siang. Kami terpaksa menerjang badai buat shalat dzuhur di musala. Semua jaket basah, bahkan punya anak-anak. Waktu mau makan siang, kami juga terjebak hujan angin di outdoor cafe yang ada di campground ini. 

Sorean dikit baru nih hujan agak reda. Kami bisa santai di tenda sambil nunggu perayaan tahun baru jam 12 malem nanti. Malam ini kami habiskan dengan menyantap makan malam yakiniku dan sosis bakar. Anak-anak tampaknya semakin terbiasa dengan kegiatan outdoor, semoga imun mereka juga semakin kuat.

foto: Raisan Al Farisi

Di sini kami gak sendirian. Ada beberapa tenda juga yang berdiri, cuma agak jauhan di bagian bawah. Ada juga yang nenda bukit di atas, yang gak bisa masuk mobil. Pokoknya gak terlalu menyeramkan lah ya..

Pemandangan malam ini pun bagus banget, cerah, lampu-lampu kota terlihat gemerlap dari kejauhan. Semesta (ailah) seolah mendukung kami untuk tahun baruan di luar buat yang pertama kali, walaupun harus diawali dengan ujian badai tadi pagi.

Dan tentu saja, jam setengah 11 malam, Mica sudah teler di dalam tenda. Mata saya pun berat, maklum memasuki usia kepala puyeng ini, saya udah gak terbiasa begadang. Udah dilarang juga sama Rhoma Irama.

Ternyata justru Rainier yang ikut 'new year party' dengan menikmati kembang api di kejauhan dari atas tenda mobil. Selamat tahun baru semuaaa....

foto: Raisan Al Farisi

Besoknya, syukur cuaca masih cerah, gak ada hujan sama sekali, walaupun udara super dingin. Sebelum beres-beres pulang kami mau keliling kebun teh dulu, olahraga sekaligus menikmati udara segar yang gak bisa kami dapatkan di kota.

foto: Raisan Al Farisi

Semoga tahun 2026 semua sehat, dilancarkan urusan, dan dipertemukan hanya dengan orang-orang baik ...

foto: Raisan Al Farisi






Comments

Popular posts from this blog

Main di Kebun Teh Puncak

"Karma Dalem Boncel"

Sepoi-Sepoi Kincir Angin di Cijapati